100 Kali Lebih Cepat, China Kembangkan Model AI Hemat Energi SpikingBrain-7B
JAKARTA – China membuat terobosan baru dengan mengembangkan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) yang dapat meniru cara kerja otak manusia. Model AI ini diberi nama SpikingBrain-7B.
Teknologi ini dikembangkan oleh Brain-Inspired Computing Lab (BICLab) dari Akademi Sains di China. Dengan kemampuan peniruan neuron otak ini, SpikingBrain-7B dapat mengurangi konsumsi energi secara otomatis sehingga lebih hemat.
SpikingBrain-7B menggunakan jaringan saraf spiking, sistem yang hanya aktif ketika diperlukan, mirip dengan neuron biologist. Hal inilah yang membuat teknologi tersebut jauh lebih efisien dalam menghasilkan energi dibandingkan model AI lainnya.
Model AI ini berjalan di atas prosesor domestik atau buatan lokal China bernama MetaX. Prosesor tersebut juga membantu SpikingBrain-7B dalam mengurangi penggunaan energi secara berlebihan. Kemampuan ini menunjukkan bahwa China berhasil membuat teknologi yang lebih mumpuni tanpa bergantung pada teknologi asing.
Jika SpikingBrain-1.0 disebut puluhan kali lebih cepat dari model AI yang menjalankan infrastruktur Transformer, seperti ChatGPT, SpikingBrain-7B justru menawarkan kecepatan yang lebih tinggi. Dalam menyelesaikan rangkaian data yang panjang, kecepatannya bisa mencapai 100 kali lebih cepat daripada model lainnya.
Baca juga:
Bersamaan dengan SpikingBrain-1.0, SpikingBrain-7B sudah dirilis dalam bentuk sumber terbuka di GitHub. Kini, para pengembang sudah bisa mencoba langsung model AI tersebut dan melihat seberapa canggih teknologi yang meniru cara kerja otak tersebut.
Meskipun teknologi ini menjanjikan, pengembangan SpikingBrain-7B tetap memiliki tantangan. Makalah teknisnya menyebutkan bahwa operator CUDA dan Triton pada model ini membutuhkan adaptasi. Pelatihan pada klaster MetaX juga membutuhkan optimasi khusus.
Namun, perkembangan ini tetap dipandang sebagai babak baru dalam AI. SpikingBrain-7B dapat menginspirasi lebih banyak model yang meniru otak. Hal ini berpotensi mengurangi dampak lingkungan dari AI dan membuat teknologi ini lebih mudah diakses.