Menkeu Purbaya Ungkap Belum Ada Arahan soal Pembentukan Badan Penerimaan Negara
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani Indrawati, pada Senin, 8 September.
Purbaya menyampaikan, terkait dengan rencana pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN), belum ada arahan langsung dari Presiden Prabowo.
“Belum ada. Kayaknya suka-suka saya. saya tanya, Pak, gimana Pak? (tanya Purabaya ke Presiden) Boleh nggak saya obrak-abrik? Saya enggak tau karena saya baru, itu kode boleh apa nggak?,” ucapnya memperagakan gerakan Presiden Prabowo dengan gerakan tangan ke depan, Senin, 8 September.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan, di sebagian besar negara, sistem penerimaan negara tetap berada di bawah naungan kementerian keuangan dan menegaskan dirinya akan tetap menghargai sistem yang sudah ada, alih-alih melakukan perombakan besar-besaran
"Kalau kita buat kita sendirian, nanti aneh lagi. Jadi kita akan optimalkan sistem yang ada," sambungnya.
Dia mengatakan, kelemahan pemimpin baru biasanya adalah membongkar sistem lama untuk kemudian membuat yang baru demi meninggalkan tonggak tersendiri.
"Saya enggak akan seperti itu approach-nya, saya approach-nya adalah syarat yang ada, saya optimalkan sehingga sistem bisa bekerja dengan optimal yang berhenti-berhenti kita optimalkan, yang udah jalan kita percepat lagi," imbuhnya.
Baca juga:
Purbaya menambahkan, hal-hal yang sempat terhenti akan dioptimalkan, sementara yang sudah berjalan akan dipercepat.
Dia menegaskan, ini bukan tentang mengganti mesin, tapi menyempurnakan mesin lama agar bisa bekerja lebih optimal.
"Jadi semuanya mesinnya bukan mesin baru, ini mesin lama tapi kita buat lebih bagus lagi ke depannya. Ini orang pintar-pintar semua sini," ujarnya.