JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin, 8 September, setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan perombakan kabinet Merah Putih.
Berdasarkan data RTI pukul 16.05 WIB, IHSG turun 100,49 poin atau 1,28 persen, dan ditutup di posisi 7.766,84.
Salah satu posisi strategis yang mengalami pergantian adalah Menteri Keuangan, di mana Presiden Prabowo Subianto melantik Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani Indrawati.
Menanggapi penurunan IHSG pasca pengumuman tersebut, Purbaya menegaskan bahwa dirinya bukan orang baru di dunia pasar keuangan.
“Mungkin pasar enggak tau, saya orang pasar. Saya di pasar berapa lama? Iya, sejak tahun 2000. 15 tahun lebih,” ucapnya kepada awak media di kantor Kementerian Keuangan, Senin, 8 September.
Ia menegaskan bahwa dirinya sudah lama mengenal dinamika pasar dan menilai bahwa tim di Kementerian Keuangan saat ini sangat solid.
Oleh karena itu, menurutnya jika diperlukan perbaikan atau optimalisasi dalam kebijakan fiskal, yakin akan mampu melakukannya bersama jajaran yang ada.
Purbaya menyebut sejumlah Wakil Menteri Keuangan seperti Suahasil Nazara, Anggito Abimanyu, dan Thomas Djiwandono sebagai tokoh berpengalaman yang siap bekerja sama menjaga stabilitas keuangan negara.
"Jadi kalau memberi betulin, diperbaiki, dioptimalkan, rasanya sih kita punya instrumen yang cukup untuk memperbaiki secara bersama-sama," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa belum ada kebijakan spesifik yang diambil mengingat dirinya baru saja menjabat.
Profil Singkat Purbaya Yudhi Sadewa
Purbaya Yudhi Sadewa lahir di Bogor pada 7 Juli 1964 dan saat ini berusia 61 tahun. Ia meraih gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung (ITB), lalu melanjutkan studi pascasarjana di Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, hingga meraih gelar Master of Science (M.Sc.) dan Doktor (Ph.D.) di bidang Ilmu Ekonomi.
Adapun, karier profesionalnya dimulai sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas SA (1989–1994), setelah itu beralih ke dunia riset ekonomi dengan menjabat sebagai Senior Economist di Danareksa Research Institute (2000–2005) dan kemudian Chief Economist di Danareksa Research Institute (2005–2013), serta pernah menjadi Direktur Utama PT Danareksa Securities (2006–2008) dan anggota Dewan Direksi PT Danareksa (Persero) (2013–2015).
Melansir dari laman LPS.go.id, dalam sektor pemerintahan, Purbaya memiliki rekam jejak panjang pernah menjabat sebagai :
- Staf Khusus Bidang Ekonomi di Kemenko Perekonomian (2010–2014)
- Kemenko Polhukam (2015–2016), serta Kemenko Maritim (2016–2020).
- Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden (2015)
- Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim & Energi di Kemenko Maritim dan Investasi (2018–2020).
- Sejak 2020 hingga menjelang pelantikannya sebagai Menteri Keuangan, Purbaya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).