Ekonom Core Ungkap Dampak Demonstrasi Bisa Pengaruhi Citra Pemerintah dan Iklim Investasi RI

JAKARTA - Gelombang unjuk rasa dan keresahan publik yang meluas diyakini bisa mempengaruhi citra penegakan hukum serta kinerja pemerintahan.

Implikasinya, hal tersebut bisa berdampak pada pandangan investor terhadap iklim investasi di Indonesia.

"Dengan adanya demonstrasi dan sempat juga terjadi kekacauan kemarin, ini ada pengaruh juga kepada citra pemerintah untuk menjaga dari sisi stabilitas sosial politik yang berpengaruh kepada iklim investasi sebetulnya," ujar Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia (Core) Indonesia Mohammad Faisal, Senin, 1 September.

Faisal juga mengingatkan, Indonesia baru saja mengalami penurunan 13 peringkat dalam World Competitiveness Index yang dirilis World Economic Forum (WEF) pada tahun ini.

Penurunan tersebut terutama dipicu oleh lemahnya indikator efektivitas pemerintahan. 

"Salah satu indikator yang menyumbang terhadap penurunan itu adalah government effectiveness," katanya.

Menurut Faisal, efektivitas pemerintahan meliputi kualitas kebijakan, implementasi hingga konsistensi penegakan hukum.

"Jadi, ada persepsi pelaku usaha terhadap kemampuan efektivitas dari pemerintah untuk menjalankan kebijakan, apalagi dengan adanya keributan yang baru saja terjadi," ujarnya.

Karena itu, lanjut Faisal, pemerintah perlu merespons protes dan keresahan masyarakat dengan bijak dan berperikemanusiaan.

Salah satunya dengan membangun rasa percaya terhadap pelaku usaha, investor serta masyarakat.

"Trust (rasa percaya) terhadap pelaku usaha dan investor, juga tentu saja sekarang adalah trust terhadap masyarakat. Nah, ini yang perlu dibangun (pemerintah) dengan kebijakan-kebijakan konkret," pungkasnya.