Profil Indroyono Soesilo: Anak Dubes era Soeharto yang Kini Jadi Dubes di Era Prabowo
YOGYAKARTA – Presiden Prabowo Subianto akhirnya melantik Indroyono Soesilo sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat setelah posisi tersebut mengalami kekosongan selama dua tahun. Seperti diketahui, kursi Dubes RI di AS terakhir diisi oleh Rosan Roeslani dan berakhir pada 17 Juli 2023. Di luar dari kekosongan tersebut, tokoh yang mengisi posisi sebagai Dubes RI untuk AS memang sering dibicarakan, tidak terkecuali profil Indroyono Soesilo.
Profil Indroyono Soesilo
Dilansir dari website Centre for Technology and Innovation Studies (CTIS), Indroyono Soesilo lahir pada tanggal 27 Maret 1955 di Bandung, Jawa Barat. Indroyono bukan orang baru di lingkar pemerintahan. Latar belakang pendidikannya yang mentereng menjadikan Indroyono dipercaya menduduki posisi strategis.
Indroyono adalah alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1979. Di kampus tersebut ia berhasil meraih gelar sarjana (S1) di jurusanTeknik Geologi. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Magister (S2) di Universitas Michigan, AS dengan mengambil jurusan Remote Sensing/Penginderaan Jauh pada tahun 1981. Setelah itu Indroyono lanjut ke jenjang Doktoral (S3) di University of Iowa-USA mengambil jurusan Geologic Remote Sensing/Geologi.
Rekam jejak Indroyono Soesilo telah dimulai di era pemerintahan Presiden Soeharto, khususnya di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), lembaga pemerintah non-kementerian yang kini dilebur menjadi BRIN.
Jabatan Indroyono di BPPT cukup beragam. Misalnya di tahun 1993-1997 ia menjadi Direktur Teknologi Inventarisasi Sumberdaya Alam. Di tempat yang sama ia juga menjadi Professor Riset Bidang Geologi & Penginderaan Jauh BPPT serta menjadi Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT dari 1997-1999.
Setelah itu ia pindah dan menjadi bagian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan serta di Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat.
Di tahun 2012, Indroyono juga diangkat oleh Dirjen Organisasi Pangan & Pertanian PBB (UN-FAO) Dr Jose Graziano Da Silva untuk menjadi Direktur Sumberdaya Perikanan & Akuakultur FAO berkedudukan di Roma, Italia. Pengangkatan tersebut sekaligus membuat Indroyono sebagai orang Indonesia pertama yang punya jabatan penting di FAO yang berbasis di Roma, Italia.
Nama Indroyono semakin dikenal di tahun 2014. Kala itu ia dipercaya mengisi kursi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman di era Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla tahun 2014 hingga 2015.
Tidak hanya tercatat mengisi berbagai jabatan penting, Indroyono juga berhasil meraih berbagai penghargaan baik nasional maupun internasional. Ia pernah mendapatkan Satya Lencana Karya Satya di tahun 1997, 1998, dan 2009. Selain itu ia juga pernah menerima penghargaan Worldwide Permina Foundation Award-USA pada 1980.
Baca juga:
Keturunan Dubes Indonesia
Salah satu yang menarik dari sosok Indroyono Soesilo adalah bahwa ia merupakan putra dari Soesilo Soedarman, mantan Duta Besar Indonesia untuk AS. Jabatan tersebut diemban oleh sang ayah di era pemerintahan Soeharto sejak tahun 1986 hingga 1988.
Tak hanya menjadi dubes, Soesilo Soedarman juga pernah duduk di beberapa jabatan penting seperti Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi, serta pernah menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
Itulah informasi terkait profil Indroyono Soesilo. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.