Kelompok Bersenjata Tembaki Mobil Patroli, 5 Polisi Iran Tewas

JAKARTA - Sebanyak lima polisi tewas di Iran tenggara pada Jumat setelah orang-orang bersenjata tak dikenal menembaki dua kendaraan patroli polisi.

Wilayah tenggara Iran menjadi lokasi bentrokan sporadis antara pasukan keamanan dan kelompok bersenjata, termasuk militan Sunni dan separatis yang mengklaim memperjuangkan hak dan otonomi yang lebih besar.

Dilansir Reuters, Jumat, 22 Agustus, Teheran menuduh beberapa dari mereka memiliki hubungan dengan kekuatan asing dan terlibat dalam penyelundupan lintas batas serta pemberontakan.

Pada 26 Juli lalu, serangan bersenjata oleh kelompok Sunni Jaish al-Adl Baluch di gedung pengadilan di provinsi Sistan-Baluchestan, Iran, menewaskan lima orang dan melukai 13 orang lainnya.

Tiga penyerang juga tewas dalam bentrokan berikutnya dengan pasukan keamanan, seorang pejabat senior kepolisian mengatakan kepada kantor berita negara IRNA.

Ia mengatakan seorang ibu dan anak termasuk di antara mereka yang tewas oleh orang-orang bersenjata yang melemparkan granat tangan ke gedung di Zahedan, ibu kota Sistan-Baluchestan.

Dalam pernyataan yang diunggah di akun Telegramnya, Jaish al-Adl mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mendesak "seluruh warga sipil untuk segera mengungsi dari area bentrokan demi keselamatan mereka".

Kelompok hak asasi manusia Baluch, HAALVSH, mengutip para saksi mata, mengatakan beberapa staf pengadilan dan personel keamanan tewas atau terluka ketika para penyerang menyerbu ruang hakim.