Saran untuk Orang Tua dalam Mendidik Anak Sesuai Umur, dari 0 Bulan hingga Remaja
YOGYAKARTA – Pendidikan anak sebaiknya disesuaikan dengan tahapan usianya, sebab setiap fase perkembangan anak memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi fisik, emosional, maupun mental. Untuk itu, orang tua perlu memahami cara mendidik anak sesuai umur agar bisa memberikan pola asuh yang tepat, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan baik dan percaya diri.
Pola pengasuhan yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan bisa membuat anak merasa tertekan atau justru kurang mendapatkan stimulasi yang dibutuhkan. Dengan pendekatan yang tepat, orang tua mampu menanamkan nilai positif sejak dini, menumbuhkan kemandirian, serta memperkuat ikatan emosional dengan anak.
Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut cara mendidik anak sesuai dengan umur atau tahapan usianya:
Usia 0-12 Bulan
Dikutip dari laman Rising Childern, bayi terlahir dengan kesiapan untuk belajar, dan otaknya berkembang melalui berbagai pengalaman. Oleh sebab itu, anak membutuhkan lingkungan yang penuh rangsangan dengan beragam cara untuk bermain dan belajar. Mereka juga memerlukan kesempatan untuk mengulang serta mempraktikkan apa yang sedang dipelajari.
Hubungan anak dengan orang tua juga menjadi dasar pembelajaran dan perkembangan yang sehat. Banyak waktu bermain dan berinteraksi bersama akan membantu anak menguasai keterampilan penting dalam hidup, seperti berkomunikasi, berpikir, memecahkan masalah, dan berhubungan dengan orang lain.
Usia 1-2 Tahun
Dikutip dari laman CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat), Keterampilan seperti melangkah untuk pertama kali, tersenyum untuk pertama kali, dan melambaikan tangan untuk berkata “ayah” disebut tonggak perkembangan (developmental milestones). Sebagian besar anak mencapai tonggak perkembangan ini pada usia tertentu. Anak-anak mencapai tonggak perkembangan dalam cara mereka bermain, belajar, berbicara, berperilaku, dan bergerak (seperti merangkak, berjalan, atau melompat).
Untuk meningkatkan potensi mereka, ajarkan anak usia 1-2 tahun dengan hal-hal berikut:
- Ajak anak mencari benda atau menyebutkan bagian tubuh dan nama benda.
- Bermain permainan mencocokkan bersama balita, seperti menyusun bentuk atau puzzle sederhana.
- Dorong mereka untuk bereksplorasi dan mencoba hal-hal baru.
- Bantu mengembangkan kemampuan bahasa balita dengan berbicara kepada mereka dan menambahkan kata pada ucapan yang mereka mulai.
- Dorong kemandirian anak yang sedang berkembang dengan membiarkan mereka membantu dalam berpakaian sendiri dan makan sendiri.
- Dukung rasa ingin tahu balita serta kemampuan mereka mengenali benda-benda umum dengan melakukan kegiatan bersama, seperti pergi ke taman atau naik bus.
Usia 3-5 Tahun
Menyadur laman LifeHacker, Selama masa pra sekolah dan taman kanak-kanak, anak-anak biasanya penuh rasa cinta pada belajar dan tantangan baru; jika suasana hati mereka baik, mereka akan dengan senang hati membantu hampir semua hal.
Perlu Anda pahami bahwa tidak ada kata terlalu dini untuk mengajarkan keterampilan mengambil keputusan dengan membiarkan mereka membuat beberapa pilihan sendiri dan merasakan konsekuensi logisnya.
Pada masa ini, orang tua bisa mengajarkan si kecil untuk:
- Mengikat tali sepatu
- Mengendarai sepeda (dengan atau tanpa roda bantu)
- Mengosongkan tempat sampah kecil dan membuang sampah
- Meningkatkan keterampilan merapikan tempat tidur (menarik seprai, merapikan selimut, menata kembali bantal)
Usia 6-8 Tahun
Memasuki usia sekolah dasar, anak biasanya sudah memiliki pemahaman yang lebih luas tentang dunia orang dewasa di sekitar mereka dan bersemangat untuk menerima lebih banyak tanggung jawab. Berikut adalah beberapa keterampilan hidup penting yang dapat diajarkan dan diperkuat pada anak-anak kelas satu hingga tiga SD:
- Menyiapkan sendiri camilan sekolah mereka.
- Menggantung handuk dan membilas sisa pasta gigi di wastafel kamar mandi.
- Belajar membaca jam.
- Membersihkan piring yang kotor setelah selesai makan.
- Melipat dan menyimpan pakaian.
- Cara berjabat tangan sambil menatap mata.
- Menggunakan frasa percakapan sopan dasar, seperti “maaf, bisa saya minta tolong?”, “senang bertemu engan kamu,” dan lain sebagainya.
- Dasar-dasar tentang uang
- Manajemen waktu—membaca dan mengikuti jadwal, menyelesaikan tugas tepat waktu.
Usia 9-11 Tahun
Anak usia pra-remaja (tweens) mampu melakukan lebih banyak hal sendiri dibanding sebelumnya. Mereka membutuhkan pengawasan yang lebih sedikit dan mendambakan ruang untuk mandiri. Sebagai orang tua yang baik, Anda dapat memenuhi kebutuhan ini dengan mengajarkan keterampilan hidup berikut:
- Mengurus sarapan mereka sendiri.
- Menjahit dan memperbaiki sederhana (misalnya memasang kancing).
- Menggunakan oven, kompor, atau air fryer untuk menyiapkan makanan dasar.
- Menabung untuk sebuah tujuan, dasar-dasar investasi.
- Memasang sprei bersih di tempat tidur.
- Menghitung uang dan memberikan kembalian dengan benar.
- Memesan makanan di restoran atau rumah makan.
Usia 12-14 Tahun
Masa remaja awal membawa berbagai kebebasan dan kemandirian baru. Anak-anak bisa tinggal di rumah sendirian, bahkan merawat makhluk hidup lainnya. Berikut beberapa keterampilan hidup yang bisa diajarkan orang tua untuk anak usia 12-14 tahun:
- Membuat anggaran dan rencana pengeluaran.
- Mengelola tabungan atau akun investasi sendiri (dengan pengawasan orang dewasa).
- Menyusun jadwal dan mengatur waktu untuk aktivitas sehari penuh.
- Menyetrika pakaian.
Usia 15 Tahun ke Atas
Saat anak memasuki usia remaja, mereka membutuhkan pendekatan yang bijak dan penuh pengertian. Dikutip dari Kids Health, ketika anak berusia 15 tahun ke atas, orang tua perlu menjadi pendengar yang baik, menghormati privasi anak, serta menyepakati aturan-aturan penting. Selain itu, ajarkan mereka beberapa keterampilan berikut:
Baca juga:
- Mengatur waktu untuk belajar dan bersantai
- Perawatan diri seperti menjaga kebersihan, kesehatan fisik, dan mental.
- Mengajarkan cara mengelola uang, menabung, dan membuat keputusan finansial
- Membuat pilihan yang tepat dalam berbagai situasi.
- Menganalisa informasi secara objektif dan membuat keputusan yang berasalan.
Demikian informasi tentang cara mendidik anak sesuai usia. Dapatkan update berita pilihan lainnya hanya di VOI.ID.