Ini Rincian Target RAPBN 2026
JAKARTA — Pemerintah menetapkan target pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp3.147,7 triliun atau naik 9,84 persen dari outlook penerimaan 2025 sebesar Rp3.527,5 triliun.
Adapun pendapatan negara 2026 berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp2.692,0 triliun atau naik 12,8 persen secara tahunan atau year on year (yoy) jika dibandingkan dengan outlook tahun lalu Rp2.387,3 triliun triliun.
Kemudian, penerimaan perpajakan 2026 berasal dari penerimaan pajak capai Rp2.357,7 triliun atau naik 13,5 persen dari outlook penerimaan pajak 2025 sebesar Rp2.076,9 triliun.
Sedangkan sumber pendapatan lain yaitu penerimaan dari Kepabeanan dan cukai yang ditargetkan sebesar Rp334,3 triliun atau naik 7,7 persen dari outlook penerimaan kepabeanan dan cukai pada 2025 sebesar Rp310,4 triliun.
Selanjutnya, target penerimaan dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2026 sebesar Rp455 triliun atau turun 4,7 persen dari outlook PNBP pada 2025 sebesar Rp477,2 triliun.
Sementara itu, target belanja negara 2026 sebesar Rp3.786,5 triliun atau naik 7,3 persen dibandingkan outlook belanja negara 2025.
Baca juga:
Adapun, belanja negara 2026 terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp3.136,5 atau naik 17,8 persen, yang terdiri dari belanja kementerian/lembaga Rp1.498,3 triliun, naik 17,5 persen dan belanja non kementerian/lembaga Rp1.638,2 triliun atau naik 18 persen.
Sedangkan target transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp650,0 triliun atau turun 24,8 persen dibandingkan dengan outlook 2025.
Adapun target keseimbangan primer 2025 sebesar Rp39,4 triliun atau turun 64,2 persen dibandingkan outlook 2025. Sementara target defisit anggaran 2026 sebesar Rp638,8 triliun atau turun 3,5 persen dibandingkan outlook 2025, defisit ini setara 2,48 dari produk domestik bruto (PDB).