Kenapa Bahan Jeans Tidak Boleh Sering Dicuci? Ini Jawaban Pakar Perawatan Pakaian
YOGYAKARTA - Celana jeans menjadi salah satu item fesyen paling populer digunakan untuk aktivitas sehari-hari. Bahannya yang kuat, modelnya yang fleksibel, dan kemampuannya untuk dipadukan dengan berbagai gaya membuat jeans menjadi andalan banyak orang.
Namun, tahukah Anda jika jeans tidak boleh terlalu sering dicuci? Pakar perawatan pakaian justru menyarankan agar jeans tidak dicuci terlalu sering, kecuali dalam kondisi tertentu. Mengapa demikian?
Jeans Tidak Boleh Terlalu Sering Dicuci
Jeans terbuat dari kain denim yang tebal dan kuat. Namun, kain ini juga memiliki batas daya tahan sehingga tidak boleh terlalu sering dicuci.
Melansir Real Simple, menurut Nicole Russo, stylist asal New York, setiap kali jeans dicuci, serat kainnya terpapar gesekan mesin cuci dan deterjen, yang pada akhirnya menyebabkan keausan. Warna asli jeans akan memudar, dan strukturnya akan kehilangan bentuk.
Air panas dan deterjen biasa juga bisa merusak kandungan elastane (seperti Spandex atau Lycra) pada jeans jenis stretch, sehingga jeans menjadi lebih cepat kendur dan tidak nyaman dipakai.
Tidak semua jeans dibuat sama. Menurut Venk Modur, seorang stylist selebritas di Los Angeles, jenis denim memengaruhi cara perawatannya. Denim klasik misalnya, jenis ini sebaiknya dicuci setelah sekitar lima kali pemakaian menggunakan air dingin, lalu dijemur secara alami.
Pakar perawatan pakaian Gwen Whiting dari The Laundress menyarankan untuk mencuci jeans setelah 10 kali pemakaian atau ketika sudah mulai berbau tidak sedap. Selama belum kotor atau bau, jeans sebenarnya bisa dipakai berulang kali tanpa dicuci.
Lana Blanc, stylist dari New York, menegaskan bahwa mikroba seperti sel kulit mati dan keringat yang menempel di jeans setelah dipakai tidak berbahaya. Karena itu, tidak perlu khawatir jika jeans tidak dicuci setelah setiap pemakaian.
Gladys K. Connelly, mantan petugas kebersihan profesional, bahkan menyarankan untuk mencuci jeans hanya setiap enam minggu sekali. Jika jeans mulai berbau setelah dua hari pemakaian, salah satu cara alternatif yang ia rekomendasikan adalah menaruh jeans di freezer semalaman untuk membunuh bakteri dan menghilangkan bau.
Baca juga:
Tips Merawat Jeans Agar Awet dan Tidak Cepat Rusak
Jika ingin jeans tetap terlihat baru dan tahan lama, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
- Jangan terlalu sering dicuci untuk mempertahankan bentuk, kualitas, dan warnanya.
- Cukup bersihkan bagian yang kotor dengan kain basah dan hangat. untuk mengelap noda ringan. Tidak perlu mencuci seluruh jeans jika hanya ada satu titik kotor.
- Untuk mengatasi bau, salah satunya bisa dilakukan dengan menggantungkan jeans di luar ruangan agar terkena angin atau gunakan semprotan penyegar pakaian.
- Hindari air panas dan mesin pengering karena bisa merusak merusak elastisitas kain dan membuat jeans cepat longgar. Sebaiknya cuci dengan air dingin dan keringkan dengan cara dijemur.
- Di lemari pakaian, gantung jeans dengan menjepit bagian ikat pinggangnya di lemari sehingga ada sirkulasi udara.
Kesimpulannya, tidak ada aturan pasti soal seberapa sering mencuci jeans. Yang paling penting adalah mengenali penggunaan pribadi. Jika jeans Anda terkena tumpahan minuman, lumpur, atau sudah berbau, tentu pencucian diperlukan.
Namun untuk pemakaian biasa, seperti pergi ke kantor atau sekadar nongkrong, jeans mungkin bisa bertahan berminggu-minggu tanpa perlu dicuci.
Dengan memahami jenis denim, mengikuti saran pakar, dan melakukan perawatan yang tepat, Anda bisa menjaga jeans favorit Anda tetap terlihat keren, nyaman, dan awet bertahun-tahun lamanya. Jadi, lain kali sebelum memasukkan jeans ke mesin cuci, pikirkan dulu, apakah benar-benar perlu dicuci sekarang?