8 Personal Boundaries yang Kamu Butuhkan dalam Pernikahan
JAKARTA - Semua orang memiliki personal boundaries atau batasan pribadi. Batasan inilah yang mendefinisikan jati diri sebenarnya. Batasan ini melindungi seseorang dari orang lain. Ruang pribadi inilah yang paling dinikmati.
Jika Anda tidak memiliki personal boundaries, maka lambat laun dunia akan meremehkan Anda. Sekalipun dalam pernikahan, personal boundaries tetap dibutuhkan antara Anda dan pasangan. Berikut jenis-jenis personal boundaries yang wajib Anda miliki dalam pernikahan melansir Marriage, Rabu, 6 Agustus.
Ekspektasi
Salah satu alasan utama kegagalan hubungan adalah tidak menyampaikan ekspektasi Anda pada pasangan. Dia berhak tahu apa yang Anda harapkan darinya. Manusia pasti punya ekspektasi terhadap orang lain. Setelah pasangan mengerti ekspektasi Anda, segalanya akan mudah bagi. Jadi, tetapkan batasan ekspektasi dan tetaplah bahagia.
Batasan Toleransi
Semua orang memiliki tingkat ambang batas emosional dan fisik berbeda-beda. Masalah muncul dalam hubungan ketika Anda tidak membicarakannya dengan pasangan. Memiliki tingkat toleransi tidaklah salah, tetapi yang salah adalah tidak memberi tahu orang lain. Jika dia tidak menyadarinya, dia pasti akan melanggar batasan pribadi Anda dan semuanya menjadi tidak terkendali. Pasangan tentu tidak ingin menyakiti atau menempatkan Anda dalam posisi sulit. Jadi, beri tahu mereka tentang tingkat toleransi Anda.
Ketergantungan
Terlalu bergantung pada orang lain dapat membuat Anda lumpuh. Saat Anda bergantung pada pasangan, melebihi kebutuhan, Anda tidak bisa melakukan apa pun tanpanya, atau sebaliknya. Tidak apa-apa untuk sedikit bergantung pada pasangan, baik secara emosional maupun lainnya, tetapi jangan melewati batas dan menjadi terlalu bergantung.
Ekspresi seksual
Anda mungkin tidak aktif secara seksual, tetapi pasangan bisa jadi aktif. Dia bisa saja menyukai seks pagi hari, tetapi Anda tidak begitu menyukainya. Jika Anda tidak menetapkan batasan pribadi, Anda membiarkan dia memasuki ruang pribadi tanpa ragu. Jadi, bicaralah dengan pasangan. Tetapkan batasan dan beritahu dia. Ini akan membantu Anda memiliki hubungan yang sehat.
Uang
Uang dapat merusak hubungan baik antara pasangan. Dulu, pasangan biasanya memiliki rekening bank bersama. Namun beberapa tahun terakhir, pasangan mulai merasa nyaman memiliki rekening bank terpisah. Tujuannya yaitu menghindari konflik uang dalam hubungan sehingga hubungan yang sehat dapat dibangun dengan mudah.
Baca juga:
Kehidupan sosial
Meski sudah menikah, Anda tetap harus bersosialisasi. Kehidupan sosial adalah personal boundaries Anda dan akan lebih baik jika Anda bisa menjauhkannya dari hubungan. Meskipun sedang menjalin hubungan, Anda berhak bertemu teman-teman dan pergi bersama ke tempat favorit. Sebaiknya beritahu pasangan tentang ruang ini agar dia tidak mengganggu ruang pribadi Anda ini.
Konflik
Orang-orang melakukan hal-hal bodoh saat marah. Namun, satu hal yang perlu diingat adalah Anda tidak seharusnya melanggar batasan pribadi seseorang atas nama kemarahan walau itu pasangan sekaligus. Konflik atau pertengkaran bisa tentang apa saja, tetapi Anda seharusnya menjaga jarak dari batasan pribadi seseorang dan bertindak bijaksana.
Masa lalu
Setiap orang punya masa lalu. Itu bagian tak terpisahkan dari seseorang. Anda tidak perlu menyelidikinya sendiri dan mencoba mencari tahu tentang masa lalu pasangan. Dia akan menceritakannya kapanpun dia mau. Sampai saat itu tiba, nikmati saja masa kini bersamanya.