3 Cara Alami Bantu Atasi Kebiasaan Mendengkur saat Tidur

JAKARTA - Suara dengkuran saat tidur dapat mengganggu kualitas tidur diri sendiri dan orang di sekitar. Tak hanya itu, mendengkur juga bisa menjadi indikasi adanya gangguan tidur seperti sleep apnea, yang berisiko tinggi terhadap kesehatan jantung dan tekanan darah.

Oleh karena itu, perlu untuk memahami dan mengatasi dengkuran agar tidak berlangsung terus-menerus. Inilah beberapa cara alami untuk bantu mengatasi kebiasaan mendengkur yang bisa Anda coba, dikutip dari Healthshots, pada Minggu, 3 Agustus 2025.

1. Ubah posisi tidur

Tidur telentang dapat menyebabkan lidah dan jaringan lunak di tenggorokan jatuh ke belakang. Ini menyebabkan penyumbatan pada saluran napas dan akhirnya menimbulkan dengkuran.

Disarankan untuk tidur miring untuk mengurangi dengkuran dan meningkatkan kualitas tidur Anda. Meninggikan kepala dengan bantal saat tidur juga mencegah lidah dan jaringan lunak menghalangi saluran napas, sehingga dengkuran dapat diredakan.

2. Latihan otot mulut dan tenggorokan

Menguatkan otot-otot di sekitar saluran napas dapat membantu mencegah terjadinya dengkuran. Latihan ini meliputi mendorong ujung lidah ke langit-langit mulut dan menggesernya ke belakang.

Kemudian latihan mengucapkan vokal tertentu untuk melatih otot-otot tenggorokan. Lalu Anda bisa juga melakukan latihan lidah selama 30 detik sebelum tidur, yang melibatkan menggerakkan lidah ke berbagai arah untuk mengurangi dengkuran.

3. Lakukan teknik mouth taping untuk latih pernapasan hidung

Salah satu metode populer untuk mengatasi dengkuran di kalangan praktisi kesehatan tidur adalah penggunaan mouth tapping. Ini artinya menutuip mulut dengan plester khusus saat tidur, untuk mendorong pernapasan melalui hidung.

Teknik ini disebut dapat membantu mengurangi dengkuran, dengan menjaga saluran napas tetap terbuka dan mencegah mulut terbuka saat tidur. Mouth tapping tidak hanya berpotensi mengurangi dengkuran, tetapi juga meningkatkan kualitas tidur dan kesehatan mulut secara keseluruhan.

Meski demikian, perlu diingat bahwa teknik ini tidak cocok untuk semua orang, terutama bagi yang ternyata memiliki masalah pernapasan melalui hidung. Sebelum mencobanya, disarankan untuk konsultasi dengan ahli dan mulai menggunakan plester hipoalergenik selama beberapa menit di siang hari, untuk membiasakan diri.