JAKARTA - Menutup mulut dengan plester saat tidur kini semakin populer. Hal ini diklaim sebagai metode yang dapat membantu tidur lebih nyenyak dan mengurangi mendengkur.
Banyak pengguna TikTok membagikan pengalaman mereka dan bahkan ada yang mengatakan bahwa menutup mulut saat tidur tak hanya untuk mengatasi dengkuran, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan.
Namun, dokter mengingatkan untuk tidak mencoba metode tersebut. Dokter menegaskan bahwa menutup mulut dengan plester jutsru tidak efektif untuk mengatasi mendengkur dan bisa berisiko bagi kesehatan tubuh.
“Studi tentang efektivitas plester mulut sedikit, manfaatnya tidak terlalu besar, dan risiko potensial tetap ada,” kata ahli saraf dan spesialis tidur, Dr. Kimberly Hutchison, dikutip dari Cleveland Clinic, pada Rabu, 15 Oktober 2025.
BACA JUGA:
Bernapas melalui hidung memang lebih disarankan, terutama ketika tidur. Jika bernapas dengan mulut terbuka di malam hari, seseorang bisa terbangun dengan mulut kering dan tenggorokan yang teriritasi, yang dapat menyebabkan bau mulut dan masalah kesehatan mulut.
Bernapas melalui mulut juga dikaitkan dengan peningkatan mendengkur. Namun, meskipun bernapas melalui hidung lebih baik daripada mulut, menutup mulut dengan plester bukan cara terbaik untuk mengatasi dengkuran.
Tidak ada bukti yang kuat juga bahwa menutup mulut dengan plester dapat meningkatkan kualitas tidur. Selain itu, menutup mulut dengan plester saat tidur juga dapat menyebabkan sesak napas, yang bisa saja berakibat fatal.
Ahli kesehatan tidur, Dr. Daviv Schulman, menyarankan untuk mencoba obat resep yang dapat membuka saluran napas atau mesin CPAP untuk mengatasi kebiasaan mendengkur.
Selain itu, perubahan gaya hidup yang lebih sehat juga bisa dilakukan. Misalnya Anda adalah perokok atau kelebihan berat badan, dengan berhenti merokok dan diet bisa membantu mengatasi kebiasaan mendengkur.
“Jika Anda perokok atau kelebihan berat badan misalnya, berhenti merokok dan menurunkan berat badan dapat membantu mengurangi kebiasaan bernapas lewat mulut,” pungkas Dokter Shculman.