Cerpen Bukan Sekadar Cerita Pendek, Ini Ciri dan Unsurnya
YOGYAKARTA - Salah satu bentuk karya sastra yang bisa kita baca adalah cerpen atau cerita pendek. Ciri-ciri cerpen dapat kita lihat dari bentuk ceritanya yang bersifat fiktif atau rekaan, fokus pada satu aspek cerita, dan mengungkapkan masalah yang penting saja.
Cerpen atau cerita pendek termasuk prosa fiksi yang mengisahkan sebuah peristiwa yang dialami oleh tokoh utama. Seperti namanya, cerpen lebih sederhana daripada novel.
Cerpen tergolong ke dalam sastra populer. Karya sastra ini terdiri dari satu inti kejadian yang dibuat dengan cerita yang padat. Satu cerpen akan habis dibaca dalam sekali duduk saja.
Ciri-ciri Cerpen
Dikutip dari buku Bahasa Indonesia untuk SMP oleh Asep Juanda (2017), di bawah ini adalah ciri-ciri cerpen secara umum:
- Bersifat fiktif atau rekaan
- Fokus pada satu aspek cerita
- Ceritanya pendek atau singkat
- Tokoh yang ditampilkan terbatas sekitar 1-3 orang saja
- Mengungkapkan masalah yang penting saja
- Menyajikan peristiwa dengan cermat dan jelas
- Menggunakan bahasa yang tajam, sugestif, dan provokatif atau menarik perhatian
Unsur-unsur Intrinsik Cerpen
Dikutip dari buku Bahasa Indonesia untuk SMA Kelas X oleh Sutarni & Sukardi (2008), ada 6 unsur intrinsik yang terkandung dalam cerpen, antara lain sebagai berikut:
Tema
Tema adalah gagasan atau ide pokok yang menjadi dasar sebuah cerita. Pada umumnya, tema berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Tema menjadi salah satu penentu sebuah cerpen menarik untuk dibaca.
Tokoh dan penokohan
Tokoh adalah pelaku dalam cerita, adapun penokohan merupakan cara pengarang dalam menghidupkan tokoh tersebut dalam cerita. Tokoh dibagi menjadi tiga, yaitu tokoh antagonis (menentang), protagonis (mendukung), dan tritagonis (membantu antagonis maupun protagonis).
Sudut pandang
Sudut pandang berhubungan dengan cara penulis menyampaikan cerita (penempatan diri). Secara garis besar, sudut pandang dibagi menjadi tiga, antara lain sudut pandang orang pertama (aku, saya, kami), sudut pandang orang ketiga (dia, ia, mereka), dan sudut pandang campuran. Dalam cerpen, biasanya digunakan sudut pandang orang pertama atau ketiga.
Baca juga:
- Vaksin HPV Diperluas, Pemerintah Targetkan 90% Anak Indonesia Terlindungi pada 2030
- 2 dari 3 Wanita Terkena Kanker Serviks, Kemenkes Galakkan Imunisasi HPV Sebelum Usia 15 Tahun
- Jumlah Kasus Infeksi HPV Tipe High Risk Lebih Banyak di Indonesia
- Vaksin HPV Aman Diberikan pada Anak Laki-Laki dan Perempuan
Alur
Alur merupakan rangkaian cerita. Alur dibagi menjadi tiga, antara lain alur maju, alur mundur, dan alur campuran. Alur maju mengisahkan peristiwa dari masa lampau maju ke masa kini. Adapun, alur mundur digunakan untuk menceritakan peristiwa masa kini yang mundur ke masa lampau.
Latar
Latar atau setting adalah tempat kejadian peristiwa dalam cerpen tersebut. Setting juga memiliki kaitan dengan waktu dan suasana. Sehingga, dapat dipahami bahwa latar menjadi dasar dalam peristiwa secara menyeluruh.
Amanat
Amanat adalah pesan yang disisipkan pengarang dalam cerita. Setiap cerpen pada umumnya membawa pesan moral yang dapat dipelajari oleh pembaca. Amanat inilah yang membuat cerpen mengandung nilai atau makna kebermanfaatan.
Unsur Ekstrinsik Cerpen
Selain unsur intrinsik, cerpen juga memiliki unsur ekstrinsik yang mengikutinya. Unsur ini biasanya berasal dari luar cerita tetapi memiliki pengaruh dalam proses pembentukan cerita. Beberapa unsur ekstrinsik cerpen antara lain sebagai berikut.
- Latar belakang pengarang.
- Latar belakang masyarakat sekitar.
- Biografi yang memaparkan riwayat hidup pengarang.
- Kondisi psikologis yang mempengaruhi penulis.
- Aliran sastra yang mempengaruhi gaya bahasa.
Demikianlah ulasan mengenai ciri-ciri cerpen. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.