Serangan Israel ke Gaza Tewaskan 22 Orang termasuk 8 Pria yang Lindungi Truk Bantuan
JAKARTA - Serangan Israel menewaskan 22 orang di Jalur Gaza pada Kamis dan beberapa lainnya terluka dalam serangan terhadap gereja yang biasa dikunjungi mendiang Paus Fransiskus secara teratur.
Delapan pria yang bertugas melindungi truk bantuan dilaporkan termasuk di antara korban tewas dalam serangan udara yang dilancarkan saat para mediator melanjutkan perundingan gencatan senjata di Doha.
Seorang pejabat AS mengatakan pekan ini perundingan berjalan baik. Tetapi dua pejabat dari kelompok militan Palestina Hamas mengatakan kepada Reuters mereka tidak membuat kemajuan pada isu-isu utama dan telah terhenti.
Beberapa orang terluka dalam serangan pagi hari di Gereja Keluarga Kudus, termasuk pastor paroki Gabriel Romanelli, demikian pernyataan Patriarkat Latin Yerusalem terkait insiden di satu-satunya gereja Katolik di Gaza.
Pastor Romanelli, seorang warga Argentina, biasa memberi kabar terbaru kepada mendiang Paus Fransiskus tentang konflik Israel-Palestina.
Rekaman TV menunjukkan Romanelli sedang dirawat di Rumah Sakit Al-Ahly di Gaza, dengan perban di kaki kanan bawahnya.
"Serangan terhadap penduduk sipil yang telah dilakukan Israel selama berbulan-bulan tidak dapat diterima. Tidak ada tindakan militer yang dapat membenarkan sikap seperti itu," ujar Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dalam pernyataannya dilansir Reuters, Kamis, 17 Juli.
Israel Defense Forces mengatakan sedang menyelidiki masalah ini.
"IDF mengetahui laporan mengenai kerusakan yang terjadi pada Gereja Keluarga Kudus di Kota Gaza dan korban jiwa di lokasi kejadian. Keadaan insiden tersebut sedang ditinjau," katanya.
"IDF melakukan segala upaya yang memungkinkan untuk mengurangi kerugian bagi warga sipil dan bangunan sipil, termasuk tempat-tempat ibadah, dan menyesalkan segala kerusakan yang terjadi pada mereka,” sambungnya.
Baca juga:
Israel telah berusaha membasmi Hamas di Gaza dalam operasi militer yang dimulai setelah serangan mematikan kelompok tersebut terhadap Israel pada Oktober 2023 dan telah menyebabkan kelaparan dan kekurangan yang meluas di daerah kantong kecil tersebut.
Para petugas medis Palestina mengatakan satu serangan udara pada Kamis menewaskan seorang pria, istrinya, dan lima anak mereka di Jabalia di Gaza utara, dan serangan lainnya di utara telah menewaskan delapan pria yang bertanggung jawab untuk melindungi truk-truk bantuan.