WHO Serukan Lebih Banyak Negara Menerima Pasien dari Jalur Gaza
JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan lebih banyak negara untuk menerima dan merawat pasien dari Jalur Gaza, menyusul evakuasi medis sekelompok pasien, sebagian besar anak-anak, ke Yordania.
"Organisasi Kesehatan Dunia mengawasi evakuasi medis 35 pasien, sebagian besar anak-anak, dari Gaza ke Yordania, didampingi oleh 72 anggota keluarga," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di media sosial X, melansir WAFA 17 Juli.
"Kami berterima kasih kepada Pemerintah Yordania atas dukungan dan penyediaan perawatan khusus yang berkelanjutan bagi pasien yang sakit kritis," tambahnya.
"Lebih dari 10.000 orang di Gaza masih membutuhkan evakuasi medis," lanjut Tedros.
"Kami mendesak lebih banyak negara untuk menerima pasien untuk evakuasi medis - nyawa mereka bergantung padanya. Terlalu banyak yang menunggu," tandasnya.
Lebih jauh organisasi tersebut kembali menyerukan perluasan koridor medis, termasuk dimulainya kembali jalur rujukan tradisional ke rumah sakit di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, yang sudah ada sebelum perang.
Ditambahkan, dengan tingkat evakuasi saat ini, akan dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengevakuasi semua pasien di Jalur Gaza yang membutuhkan perawatan.
Baca juga:
- Korut Ungkap Puing 'Pesawat Musuh' Jelang Peringatan 72 Tahun Gencatan Senjata Perang Korea
- Desak Israel Hentikan Kekerasan dan Cabut Blokade di Jalur Gaza, Dubes Rusia: Ini Tidak Dapat Diterima
- Presiden Korsel Perintahkan Tim Investigasi Baru Selidiki Tragedi Halloween Mematikan di Itaewon 2022
- Presiden Trump Sebut Rudal Patriot akan Tiba di Ukraina, Siapa yang Menyediakan?
Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan, serangan udara dan kekurangan pasokan medis, makanan, air dan bahan bakar di Gaza telah "hampir menguras habis" sistem perawatan kesehatan yang memang sudah kekurangan sumber daya, dengan banyak rumah sakit tidak beroperasi dan fasilitas lainnya hampir tidak berfungsi.