Perkuat Kolaborasi Film Lewat, Indonesia-Prancis Jalin Kerja Sama Strategis
JAKARTA – Indonesia dan Prancis makin serius membangun jembatan budaya melalui kerja sama strategis di bidang film. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menggelar Dialog Strategis Kebudayaan dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, di Paris, Selasa (15/7). Pertemuan ini menindaklanjuti nota kesepahaman yang diteken saat Presiden Emmanuel Macron berkunjung ke Jakarta dan Candi Borobudur, Mei lalu.
Kementerian Kebudayaan RI bersama CNC (Centre national du cinéma et de l'image animée) dan La Fémis menjajaki program penguatan jaringan produksi, transfer teknologi, dan pengembangan kapasitas sineas Indonesia. Hadir pula Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, serta perwakilan sineas, museum, dan industri kreatif.
"Diskusi ini kelanjutan pembicaraan sejak Festival Film Cannes, kunjungan Presiden Macron, dan rangkaian pertemuan dengan pihak Prancis di Indonesia. Kami ingin memastikan tindak lanjut nyata atas MoU yang telah ditandatangani," tegas Fadli Zon dikutip Rabu, 16 Juli.
Produser Angga Sasongko menilai model kerja sama CNC dan Korean Film Academy (KAFA) bisa menjadi inspirasi. Skema beasiswa dan pertukaran pelajar dinilai relevan bagi sembilan kampus seni Indonesia yang memiliki program studi film, seperti ISI Padang Panjang, IKJ, UMN, dan Institut Kesenian Makassar.
Kerja sama tidak hanya difokuskan pada jalur formal. Program Manajemen Talenta Nasional (MTN) dan festival film seperti JAFF, Jakarta Film Week, dan Minikino juga akan dilibatkan. "Ada peluang residensi tahunan bagi penulis, sutradara, produser, serta pertukaran mahasiswa dan dosen audiovisual yang diperkuat MoU. Untuk ko-produksi, kita bisa meniru pola CNC dengan Korea," kata Angga, produser film Jumbo.
Aktris Asmara Abigail juga membagikan pengalamannya terlibat dalam ko-produksi Prancis-Indonesia, seperti Setan Jawa karya Garin Nugroho dan Autobiography karya Makbul Mubarak. "Kolaborasi ini bukan hanya memperluas penonton film Indonesia, tetapi juga memperkaya pertukaran budaya," ujarnya.
Baca juga:
- Penetapan Hari Kebudayaan Nasional 17 Oktober Cuma Upaya Menyenangkan Atasan, Tidak Lebih
- Hadiri Parade Bastille Day di Paris, Menbud Juga Kunjungi Museum Phono
- Bisa Distabilkan, Ini 3 Cara Atasi Mood Swing Jelang Menstruasi
- Dirancang Membangun Keterampilan dan Interaksi, Stimulasi Anak Bermain di Lego Playground Selama Libur Sekolah
Langkah ini diperkuat program Ina-France Lab yang dimulai di Jaff Market 2024. Laboratorium kreatif tersebut bakal menjadi agenda rutin mempertemukan talenta film kedua negara.
Indonesia juga menyiapkan program retrospektif film nasional di La Cinémathèque Française, Paris. Sejumlah film pilihan akan dikurasi bersama asosiasi produser untuk diputar di sana.
Lewat kerja sama strategis ini, Indonesia menargetkan kehadiran film nasional di festival besar seperti Cannes, Busan, Filmart, dan Clermont-Ferrand.
Di ujung pertemuan, Fadli Zon resmi mengundang Rachida Dati datang ke Forum Chandi Summit 2025 di Sanur, Bali. "Kami berharap kehadiran Anda untuk memperkuat kolaborasi dan inovasi kebudayaan," tutup Fadli.