Trump Dilaporkan Tanya Zelenskyy Opsi Ukraina Serang Rusia dengan Senjata Jarak Jauh

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan secara pribadi mendorong Ukraina untuk meningkatkan serangan mendalam ke wilayah Rusia.

Trump dilaporkan bertanya kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy apakah ia dapat menyerang Moskow jika AS menyediakan senjata jarak jauh, Financial Times melaporkan pada Selasa, 15 Juli, mengutip sumber yang mengetahui diskusi tersebut.

Surat kabar tersebut, mengutip dua orang yang mengetahui percakapan antara Trump dan Zelenskyy, mengatakan presiden AS telah bertanya kepada mitranya dari Ukraina apakah ia dapat menyerang target militer jauh di dalam wilayah Rusia jika ia menyediakan senjata yang mampu melakukannya.

Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.

Presiden Volodymyr Zelenskyy sebelumnya mengatakan dirinya telah berbicara dengan Presiden Donald Trump setelah pengumuman senjata baru untuk Ukraina dan berterima kasih atas dukungannya.

"Percakapan itu sangat baik. Saya berterima kasih kepadanya atas kesediaannya untuk mendukung Ukraina dan terus bekerja sama untuk menghentikan pembunuhan dan mewujudkan perdamaian yang langgeng dan adil," tulis Presiden Zelenskyy di Telegram.

Selain itu, Ia juga mengatakan telah melakukan percakapan yang sangat baik dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, yang bertemu dengan Presiden Trump di Gedung Putih pada Senin.

Presiden Zelensky kemarin bertemu dengan Utusan Khusus AS untuk Ukraina Keith Kellogg di Kyiv, membahas peningkatan pertahanan udara Ukraina dan pembelian senjata oleh Kyiv dengan bantuan Eropa.

Itu menyusul pernyataan Presiden Trump pada Minggu soal pengiriman rudal pertahanan udara Patriot ke Ukraina.

"Kami membahas jalan menuju perdamaian dan apa yang dapat kami lakukan bersama secara praktis untuk mendekatkannya. Ini termasuk memperkuat pertahanan udara Ukraina, produksi bersama, dan pengadaan senjata pertahanan bekerja sama dengan Eropa," tulisnya mengenai pertemuan dengan Kellogg di X.

"Dan tentu saja, sanksi terhadap Rusia dan mereka yang membantunya," ujar dia.