Perjanjian Uni Eropa - Israel Tidak Meningkatkan Bantuan Kemanusiaan ke Jalur Gaza
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Mesir mengatakan pada Hari Senin, aliran bantuan ke Jalur Gaza, Palestina tidak meningkat meskipun ada kesepakatan pekan lalu antara Uni Eropa dan Israel yang seharusnya menghasilkan hal tersebut.
"Tidak ada yang berubah (di lapangan)," ujar Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty kepada wartawan menjelang pertemuan Uni Eropa-Timur Tengah di Brussels, Belgia, melansir Reuters 15 Juli.
Sebelumnya, Kepala Kebijakan Uni Eropa Kaja Kallas mengumumkan pihaknya mencapai kesepakatan dengan Israel untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Jalur Gaza, termasuk menambah truk bantuan dan membuka titik penyeberangan serta rute bantuan tertentu.
"Kesepakatan ini berarti lebih banyak penyeberangan dibuka, truk bantuan dan makanan memasuki Gaza, perbaikan infrastruktur vital, dan perlindungan bagi para pekerja bantuan. Kami mengandalkan Israel untuk melaksanakan setiap langkah yang disepakati," kata Kallas dalam pengumuman Kamis pekan lalu, melansir Politico.
Kemarin, Kallas mengatakan ada beberapa pertanda baik terkait lebih banyak truk dan pasokan bantuan yang tiba di Gaza, tetapi pihaknya ingin melihat lebih banyak perbaikan di lapangan.
"Kami melihat beberapa tanda baik terkait lebih banyak truk yang datang, lebih banyak pasokan untuk rakyat Gaza, tetapi tentu saja kami tahu bahwa ini tidak cukup, dan kami perlu lebih mendorong agar implementasi dari apa yang telah kami sepakati juga terjadi di lapangan," jelasnya.
Terpisah, ketika ditanya langkah apa yang telah diambil Israel, Menteri Luar Negeri Gideon Saar merujuk pada kesepakatan dengan Uni Eropa tetapi tidak memberikan detail implementasinya.
Sedangkan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi ketika ditanya apakah ada perbaikan setelah perjanjian tersebut mengatakan kepada wartawan, situasi di Gaza masih "katastropik".
Baca juga:
- Panglima Militer Peringatkan Kesalahan Perhitungan Anti-Iran akan Direspons Tegas
- Aktivis Sebut Pasukan RSF Sudan Tewaskan hampir 300 Orang di Kordofan Utara
- Presiden Trump Ancam Rusia dengan Tarif 100 Persen jika Tidak Ada Kesepakatan Damai Ukraina
- Uni Eropa Melihat Peningkatan Truk Bantuan dan Pasokan ke Gaza, Tapi Masih Banyak yang harus Dilakukan
"Ada bencana nyata yang terjadi di Gaza akibat berlanjutnya pengepungan Israel," tegasnya.
Menlu Safadi mengatakan Israel telah mengizinkan masuknya 40 hingga 50 truk beberapa hari yang lalu dari Yordania, tetapi itu "jauh dari cukup" untuk wilayah kantong yang terkepung tersebut.
Diketahui, operasi militer dan blokade Israel yang berkelanjutan telah menyebabkan seluruh penduduk Gaza yang berjumlah 2,3 juta jiwa menghadapi kerawanan pangan akut, dengan hampir setengah juta orang berisiko kelaparan pada akhir September, menurut laporan bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa bulan lalu.