Revitalisasi Tambak Pantura Jabar Dilengkapi IPAL demi Jaga Ekosistem Laut
JAKARTA - Program revitalisasi tambak Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat akan dilakukan di empat kabupaten, yaitu Bekasi, Karawang, Subang dan Indramayu.
Terkait hal tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut, revitalisasi akan mengedepankan sistem budi daya ramah lingkungan.
"Setiap kawasan akan dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta area vegetasi sebagai filter alami untuk menjaga ekosistem laut," ujar Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 11 Juli.
Berdasarkan hasil koordinasi, program itu disepakati manjadi bagian Program Strategis Nasional (PSN).
Dengan demikian, pemerintah daerah (Pemda) juga berkomitmen membantu sosialisasi kepada masyarakat, melakukan pendataan penggarap tambak, menciptakan iklim investasi kondusif serta mempermudah proses perizinan sesuai aturan berlaku.
Selain itu, nantinya Pemda juga membantu menyiapkan tenaga kerja lokal, khususnya masyarakat penggarap sesuai keahlian dan kebutuhan pelaksanaan program.
Menurut Tebe, pihaknya terus bergerak mewujudkan revitalisasi tambak Pantura Jawa Barat. "Setelah penandatanganan nota kesepakatan, kami langsung melanjutkan dengan sinergi perencanaan, pembangunan dan pengelolaan budi daya perikanan," ucap dia.
"Kemarin kami duduk bersama sekretaris daerah dan kepala dinas dari provinsi dan empat kabupaten untuk menyatukan langkah," sambungnya.
Sementara itu, Direktur Ikan Air Laut Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Ikhsan Kamil berharap, dengan adanya program revitalisasi itu, nantinya akan meningkatkan produktivitas tambak dari 0,6 ton menjadi 144 ton hektare per tahun.
"Volume produksi bisa mencapai 1,18 juta ton dengan nilai sekitar Rp30,65 triliun serta membuka lapangan kerja bagi lebih dari 119.000 orang di sektor hulu dan hilir," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono menandatangani nota kesepakatan atau MoU dengan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi terkait sinergi perencanaan, pembangunan dan pengelolaan perikanan budi daya dalam rangka mendukung revitalisasi tambak di Pantai Utara (Pantura) Jawa, beberapa waktu lalu.
Rencananya, KKP bakal merevitalisasi tambak Pantura dengan total calon tambak seluas 78.550 hektar (ha) dalam kurun waktu dua tahun ke depan.
Khusus pada tahun ini, pemerintah mengejar revitalisasi luasan lahan tambak 20.413,25 ha di empat kabupaten Jawa Barat, yakni Bekasi, Karawang, Subang dan Indramayu.
Dari total lahan tersebut, di Bekasi terdapat calon tambak seluas 8.188,49 ha, di Karawang seluas 6.979,51 ha, di Subang seluas 2.369,76 ha dan di Indramayu seluas 2.875,48 ha, yang sebagian besar milik negara dan masuk dalam rencana calon tambak akan direvitalisasi.
Trenggono mengatakan, program tersebut dapat membuka lapangan kerja lebih dari 100.000 tenaga kerja serta berpotensi menciptakan industri baru.
Baca juga:
Selain penandatanganan dengan Gubernur Jabar, Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP juga menandatangani nota kesepakatan dengan Bupati Bekasi, Bupati Subang, Bupati Karawang dan Bupati Indramayu.
"20.000 hektare ini akan menyerap tenaga kerja lebih dari 100.000 orang yang dedicated langsung sudah tidak kurang dari 40.000 orang. Itu harus bisa dipenuhi dari masyarakat Jawa Barat. Itulah tadi kami sudah tanda tangan dengan lima bupati di Jawa Barat," ucap Trenggono saat acara Penandatangan MoU di kantornya, Rabu, 25 Juni.