Menlu RI: ASEAN Memiliki Tanggung Jawab Kolektif Pastikan Kawasan Tetap Tangguh, Kohesif dan Proaktif
JAKARTA - ASEAN memiliki tanggung jawab kolektif guna memastikan kawasan Asia Tenggara yang damai dan stabil, kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono Hari Rabu.
Berbicara dalam ASEAN Foreign Ministers’ Retreat (AMM Retreat) di Kuala Lumpur, Malaysia, Menlu RI menyoroti situasi di Myanmar, kejahatan transnasional hingga Laut China Selatan.
Menlu RI mengatakan, Five-Point Consensus (5PC) tetap menjadi rujukan bersama yang mencerminkan komitmen kolektif ASEAN guna mendukung penyelesaian krisis berkepanjangan di Myanmar.
"Penghentian kekerasan segera serta penyaluran bantuan kemanusiaan harus terjadi," ujar Menlu RI, mengutip keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Kamis 10 Juli.
Mengenai Laut China Selatan, Menlu RI mengatakan kemajuan dalam perundingan Code of Conduct (CoC) in the South China Sea mendapat sambutan dalam pertemuan, sejalan dengan mandat pada Menlu ASEAN di tahun 2023 melalui Guidelines for Accelerating the Early Conclusion of an Effective and Substantive Code of Conduct in the South China Sea.
"ASEAN perlu mempertahankan komitmennya terhadap penyelesaian CoC yang substantif dan efektif, yang diharapkan dapat membantu untuk menjaga stabilitas maritim di Laut China Selatan," tegas Menlu RI.
Lebih jauh Menlu RI mengatakan, di tengah ketidakpastian geopolitik yang diwarnai dengan krisis dan eskalasi konflik di berbagai belahan dunia, kesiapsiagaan ASEAN dalam melindungi warga negaranya yang berada di wilayah konflik menjadi hal penting.
Dalam situasi tersebut, Menlu RI menekankan kembali pentingnya implementasi dari instrumen dan kerangka kerja sama yang telah disepakati, yakni melalui Guidelines for the Provision of Emergency
Assistance by ASEAN Missions in Third Countries to Nationals of ASEAN Member Countries in Crisis Situations.
Baca juga:
- Menlu Sa'ar Ungkap Syarat Israel untuk Merundingkan Gencatan Senjata Permanen di Gaza
- Militer Israel Selidiki Perpeloncoan hingga Kekerasan Seksual Terhadap Junior, Tujuh Tentara Ditahan
- Badan PBB Peringatkan Situasi Kemanusiaan di Gaza Memburuk dengan Cepat
- Menlu RI: Kita Ingin Bisa Swasembada dan Menjalankan Hubungan Luar Negeri dengan Baik
Dalam sesi retreat AMM kali ini, Menlu RI juga menyoroti ancaman kejahatan transnasional di kawasan Asia Tenggara, khususnya kasus online scams yang semakin meningkat dan memicu tindak kejahatan
terkait, seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan perdagangan narkotika.
ASEAN memiliki tanggung jawab kolektif untuk memastikan kawasan tetap tangguh, kohesif dan proaktif dalam membentuk arsitektur kawasan yang damai dan stabil, kata Menlu Sugiono.