Tipes dan DBD Mengintai saat Cuaca Ekstrem, Kenali Gejalanya
JAKARTA - Musim hujan sering kali membawa dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan sanitasi yang kurang memadai. Dua penyakit yang sangat perlu diwaspadai selama musim ini adalah demam tifoid (tipes) dan demam berdarah dengue (DBD).
Keduanya memiliki gejala yang mirip seperti demam dan kelelahan, namun disebabkan oleh penyebab penyakit yang berbeda dan membutuhkan penanganan spesifik. Dilansir dari laman resmi Kemenkes, berikut gejala tipes dan DBD di saat cuaca ekstrem saat ini.
1. Tipes (Demam Tifoid)
Tipes adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh Salmonella typhi dan dapat menyebar ke seluruh tubuh, memengaruhi berbagai organ. Jika tidak segera ditangani, tipes dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian.
Tipes umumnya ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi kotoran manusia yang mengandung bakteri salmonella typhi. Penularan lebih berisiko terjadi di daerah yang memiliki sanitasi buruk dan akses air bersih yang terbatas.
Faktor risiko lainnya meliputi tinggal atau bepergian ke daerah endemik tipes, kontak langsung dengan penderita tipes, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah, terutama pada anak-anak.
Gejala Tipes yang Harus Diwaspadai:
Demam berkepanjangan, meningkat secara bertahap, bisa berlangsung hingga 3 minggu
- Sakit kepala dan kelelahan berlebih
- Nyeri sendi dan otot
- Perut kembung atau nyeri
- Diare atau konstipasi
- Mual dan muntah
- Penurunan nafsu makan dan berat badan
- Batuk ringan
- Gelisah atau perubahan mental
2. Demam Berdarah Dengue (DBD)
DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini sangat umum saat musim hujan karena nyamuk berkembang biak di genangan air.
Meski tampak seperti flu biasa, DBD dapat berkembang menjadi kondisi yang parah jika tidak ditangani dengan cepat.
Gejala DBD
- Demam tinggi mendadak hingga 40°C, biasanya tidak disertai batuk atau bersin
- Sakit kepala berat, terutama di sekitar dahi.
- Nyeri otot dan sendi, bahkan terasa di belakang mata
- Mual dan muntah, sering menyebabkan ketidaknyamanan pada perut
- Kelelahan ekstrem dan penurunan nafsu makan
Gejala awal DBD sering kali diabaikan karena mirip dengan flu biasa. Namun, perbedaan mencolok adalah demam tinggi mendadak tanpa gejala pernapasan seperti batuk atau pilek.
Jika gejala ini muncul, segera lakukan pemeriksaan laboratorium (seperti cek trombosit) untuk memastikan diagnosis dan menghindari komplikasi yang dapat berujung pada pendarahan hebat atau kematian.
Baca juga:
Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan
- Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet
- Konsumsi makanan matang dan air bersih
- Hindari jajanan yang tidak terjamin kebersihannya
- Vaksinasi tifoid, terutama jika sering bepergian ke daerah endemik
- Menguras dan menutup tempat penampungan air
- Menabur larvasida pada genangan air yang sulit dikuras
- Memasang kelambu atau menggunakan lotion anti-nyamuk
- Menjaga lingkungan tetap bersih dan bebas dari genangan