Bagikan:

YOGYAKARTA - Minuman manis sering jadi pilihan cepat saat kita merasa lelah, haus, atau butuh semangat tambahan. Tapi, apakah tubuh benar-benar membutuhkannya? Atau hanya sekadar keinginan sesaat? Ternyata, dalam beberapa kondisi tertentu berikut ini, minum minuman manis benar-benar diperlukan tubuh asal dikonsumsi dengan bijak.

1. Saat gula darah rendah

Salah satu kondisi medis yang membutuhkan asupan gula cepat adalah hipoglikemia, yaitu saat kadar gula darah turun terlalu rendah. Ini sering dialami oleh penderita diabetes yang mengonsumsi obat penurun gula darah. Dalam situasi ini, tubuh perlu karbohidrat cepat serap seperti yang ada pada jus buah, teh manis, madu, atau minuman berpemanis lainnya. Menurut American Diabetes Association, cara cepat mengatasi hipoglikemia adalah mengonsumsi 15 gram karbohidrat sederhana, seperti setengah gelas jus jeruk atau soda manis (bukan diet soda).

kondisi tubuh benar-benar perlu minum minuman manis
Ilustrasi kondisi tubuh benar-benar perlu minum minuman manis (Freepik/brgfx)

2. Setelah olahraga intens

Kalau Anda berolahraga lebih dari satu jam, terutama dengan intensitas tinggi, tubuh kehilangan banyak glukosa dan elektrolit. Dalam kondisi ini, mengutip Mayo Clinic, Selasa, 8 Juli, minuman manis seperti sports drink bisa membantu mengganti energi yang hilang dan menjaga performa tubuh. Namun, ini lebih ditujukan untuk atlet atau orang yang latihan berat, bukan sekadar jalan santai.

3. Saat butuh energi cepat atau kondisi darurat

Kadang kala, Anda mungkin belum sempat makan dan perlu energi cepat karena harus beraktivitas. Dalam situasi ini, minuman manis bisa jadi solusi sementara. Tapi ingat, gula hanya memberikan energi singkat, dan efeknya cepat hilang.

4. Saat dehidrasi parah

Dalam kondisi tertentu seperti diare berat atau muntah-muntah, tubuh bisa mengalami dehidrasi akut. Larutan rehidrasi oral (oralit) yang mengandung gula dan garam bisa membantu menyerap cairan lebih efisien ke dalam tubuh.

5. Mengurangi mual atau lemas akibat panas atau tekanan darah rendah

Pada beberapa orang, terutama saat cuaca sangat panas atau tekanan darah rendah, minuman manis dapat membantu memberi sedikit dorongan energi agar tidak pingsan atau terlalu lemas. Meski bukan solusi jangka panjang, ini bisa jadi pertolongan pertama.

Meskipun ada kondisi tubuh yang membutuhkan minuman manis, konsumsi harian tetap perlu dibatasi. WHO merekomendasikan agar asupan gula tambahan tidak lebih dari 10% dari total energi harian, dan idealnya di bawah 5% atau sekitar 25 gram per hari untuk orang dewasa. Itu artinya, minum minuman manis dapat membantu ketika dalam kondisi darurat. Tetapi perlu diperhatikan, minum minuman manis tidak dianjurkan jadi kebiasaan harian apalagi melebihi batas asupan gula harian yang dianjurkan.