Kementerian PU Dapat Tambahan Anggaran jadi Rp73,76 Triliun, Menteri Dody: Rabu Besok Lapor DPR

BEKASI - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendapatkan tambahan anggaran menjadi Rp73,76 triliun untuk 2025.

Sebelumnya, anggaran lembaga negara itu diketok senilai Rp50,48 triliun.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan, dana tambahan tersebut digunakan untuk pembenahan infrastruktur.

"Itu untuk pembenahan sungai, gitu-gitulah, untuk preservasi jalan. Enggak termasuk Sekolah Rakyat," ujar Dody kepada wartawan usai meninjau Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 7 Juli.

Dody bilang, rincian penggunaan anggaran tambahan tersebut akan disampaikan kepada DPR RI pekan ini.

"Kalau tipikalnya politik anggaran, kan, begitu, kami dapat persetujuan dari Bu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) oke ditambah atau buka bintang atau apa pun sifatnya nambah, kan. Nah, itu mesti mendapatkan persetujuan. Kan Rabu besok (Raker dengan DPR RI)," ucap dia.

Sementara untuk pembangunan Sekolah Rakyat, kata Dody, anggarannya bersumber dari Kementerian PU, namun terpisah dari dana tambahan tersebut.

Pada tahap pertama, dilakukan renovasi Sekolah Rakyat dengan anggaran sekitar Rp1,2 triliun untuk 200 lokasi.

"Karena hanya renovasi dan sedang, bukan pekerjaan berat," jelas Dody.

Adapun tahap kedua mencakup pembangunan 100 lokasi baru dengan kisaran anggaran sekitar Rp200 miliar.

"Tahap II yang 100 lokasi itu tergantung luasannya, ya. Kalau luasannya sekitar 5,5 (hektare) kami mungkin (menggelontorkan anggaran) total sekitar Rp200-an miliar, ya, all in, termasuk mebel dan seterusnya," tuturnya.

Program Sekolah Rakyat sendiri dirancang untuk bisa menampung minimal 20.000 murid.

Pembangunan dilakukan bertahap mulai September 2025 hingga Juni 2026, dengan target operasional penuh pada tahun ajaran baru Juli 2026.