BEKASI - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pembangunan Sekolah Rakyat tak hanya difokuskan di Pulau Jawa, melainkan tersebar merata di seluruh Tanah Air.
Hal itu disampaikan Dody usai meninjau Sekolah Rakyat di Sentra Terpadu Pangudi Luhur, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 7 Juli.
"Tahap I itu ada 24 provinsi, bukan di Jawa doang. Nggak ada kami bilang di Jawa doang, nggak lah. Kalau kami membangun untuk rakyat Indonesia, ya, dari Sabang sampai Merauke," ucap dia.
Dody menegaskan, skema penyebaran lokasi pembangunan Sekolah Rakyat pada tahap II juga tidak akan berbeda.
"Di tahap kedua juga sama, dari Sabang sampai Merauke," tegasnya.
Adapun pada tahap I, Kementerian PU membagi pengerjaan menjadi tiga sub-tahapan, yakni 1A, 1B dan 1C.
Tahap 1A sendiri ditargetkan bisa selesai pada pertengahan Juli ini, disusul oleh tahap 1B dan 1C yang ditargetkan rampung pada akhir Juli 2025.
"Secara average itu 93 persen lebih kali, ya, 98 persen dari itu ada sekitar 60 lokasi. Sisanya masuk ke tahap 1B," jelas Dody.
BACA JUGA:
Menurut Dody, sebanyak 200 lokasi akan digarap pada tahap pertama dengan target menampung sedikitnya 20.000 siswa.
"Karena satu tempat itu nggak seragam, ada yang sembilan kelas, ada cuma dua kelas, empat kelas," tuturnya.