Menlu Lavrov Sebut Rusia Terbuka untuk Bertemu dengan Amerika Serikat di Riyadh
JAKARTA - Moskow terbuka untuk mempertimbangkan Arab Saudi sebagai tempat untuk pertemuan langsung putaran perundingan berikutnya antara Rusia dan Amerika Serikat, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Hal itu disampaikan Menlu Lavrov setelah konferensi pers dengan timpalannya dari Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.
"Kami siap untuk mempertimbangkan lokasi yang ramah dan bersahabat ini, seperti yang kami lakukan di Bulan Februari selama pembicaraan Rusia-AS," kata Menlu Lavrov, dikutip dari TASS 4 Juli.
"Kami percaya bahwa kami dan Amerika merasa sangat nyaman di sana, dan jika kontak-kontak baru direncanakan di masa depan - tentu saja dengan berkoordinasi dengan Washington - kami pasti akan mengingat Arab Saudi," tambahnya.
Menlu Lavrov mengenang, ia dan ajudan kepresidenan Yury Ushakov telah memimpin delegasi Rusia dalam pembicaraan Moskow-Washington di Riyadh, sementara delegasi AS dipimpin oleh Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Utusan Khusus Steve Witkoff.
"Kami melakukan pekerjaan yang cukup baik saat itu," ujar Menlu Lavrov.
"Kami melaporkan jalannya diskusi dengan cara yang sangat spesifik dan substantif, tanpa teralihkan oleh politisasi atau bias ideologi," tambahnya.
Baca juga:
- Rusia Cermati Pernyataan Presiden Trump Usai Panggilan Telepon dengan Presiden Putin
- Menlu Faisal Tegaskan Prioritas Arab Saudi saat Ini Adalah Gencatan Senjata Permanen di Gaza
- Intelijen Belanda dan Jerman Sebut Rusia Memperluas Penggunaan Senjata Kimia di Ukraina
- Kepala PBB Prihatin Krisis Kemanusiaan di Gaza Semakin Memburuk
Sebelumnya, Ushakov mengatakan kepada para wartawan bahwa negosiasi untuk menstabilkan hubungan Rusia-AS - yang pada awalnya direncanakan untuk diadakan di Moskow tetapi ditunda tanpa batas waktu atas permintaan Washington - masih dalam ketidakpastian.