Maresca Tak Memaksa Pedro Neto Bermain di Piala Dunia Antarklub 2025 usai Meninggalnya Diogo Jota

JAKARTA - Enzo Maresca memberi tahu penyerang Chelsea, Pedro Neto, bahwa sang pemain punya hak penuh memutuskan bermain di perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 atau tidak setelah kepergian sahabat karib sekaligus rekan setimnya di Tim Nasional Portugal, Diogo Jota.

Chelsea dijadwalkan bertemu Palmeiras di Lincoln Financial Field pada Sabtu, 5 Juli 2025, pagi WIB.

Penyerang Liverpool, Diogo Jota, dan saudaranya yang juga pesepak bola, Andre Silva, meninggal pada Kamis, 3 Juli 2025, dini hari waktu setempat, di Spanyol utara dalam sebuah kecelakaan mobil.

Jota bermain bersama Neto di Wolverhampton Wanderers sebelum pindah ke Liverpool pada 2020. Keduanya memenangi UEFA Nations League bersama Portugal bulan lalu.

Neto tidak mengikuti sesi latihan Chelsea di Miami pada Kamis, 3 Juli 2025, pagi waktu lokal, setelah diberi tahu tentang wafatnya Jota.

Maresca mengatakan bahwa pemain tersebut tidak berada di bawah tekanan untuk bermain melawan Palmeiras di Philadelphia.

"Pedro sangat sedih, mungkin lebih dari sekadar sedih. Namun, kami dekat dengan Pedro untuk mendukungnya saat ini."

"Itu sepenuhnya keputusan Pedro (jika dia ingin bermain). Saya mengobrol dengannya pagi ini dan kami mendukungnya. Keputusan apa pun yang diambilnya adalah keputusan yang tepat."

"Kami akan mendukungnya dalam situasi apa pun. Apakah dia akan bermain besok atau tidak, kami akan mendukungnya."

"Ini hari yang sangat menyedihkan. Saya kesulitan menemukan kata-kata. Sangat sulit, perasaan yang Anda miliki adalah ketidakberdayaan dalam situasi ini."

"Satu-satunya hal yang dapat saya katakan adalah semua cinta saya untuk keluarganya (Jota) dalam tragedi besar ini," kata Maresca.

Bek Chelsea, Marc Cucurella, menggemakan komentar Maresca dan mengatakan bahwa skuad telah bersatu untuk mendukung Neto.

"Pagi harinya, dia sedih, dan itu bukan momen terbaiknya. Namun, kami mencoba untuk tetap bersama."

"Sore harinya, dia sedikit lebih baik. Saya katakan kepadanya bahwa jika dia akan bermain, maka dia akan mencetak gol karena itu adalah takdir."

"Mudah-mudahan, kami dapat menunjukkan rasa cintanya dan semua sahabat baik kami serta mempersembahkan gol itu untuknya."

"Penting bagi Pedro untuk merasa senang (untuk bermain). Sepak bola adalah hal yang kedua, tetapi besok adalah hari yang panjang."

"Apa pun yang mereka putuskan akan baik-baik saja. Sepak bola tidak penting pada saat-saat seperti ini. Yang terpenting ialah kami menunjukkan rasa hormat dan semua rasa cinta kami," kata Cucurella.