JAKARTA - Chelsea lolos dari kekalahan setelah gol Crystal Palace dianulir dan pertandingan berakhir imbang 0-0 dalam laga London Derby di Premier League Inggris di Stadion Stamford Bridge, Minggu, 17 Agustus 2025 malam WIB.
Palace seperti bakal menjadi tim yang bikin masalah tim-tim papan atas. Bagaimana tidak, Palace sudah membuat kejutan saat menjuarai Piala FA dengan menaklukkan tim unggulan Manchester City 1-0.
Keberhasilan itu mengantarkan Palace meraih trofi untuk kali pertama dalam sejarah klub. Saat hendak memulai kompetisi musim anyar dengan berlaga di Communiy Shield menghadapi juara Premier League Inggris, Liverpool, meeka pun tetap tak diunggulkan.
Meski berstatus juara Piala FA, namun Palace menghadapi Liverpool yang kian gahar setelah merekrut sejumlah pemain terbaik. Liverpool memboyong Florian Wirtz, Hugo Ekitike, Jeremie Frimpong hingga Milos Kerkez yang disiapkan menghadapi Palace.
Hasilnya, Palace kembali membuat kejutan dengan mengalahkan Liverpool 3-2 lewat adu penalti. Ini menjadi kejutan sekaligus mendongkrak kepercayaan diri pemain The Eagles karena meraih trofi di laga curtain raiser atau 'tirai pembuka' kompetisi.
Hanya saja, tim asuhan Oliver Glasner tetap tak diperhitungkan saat melakoni laga pertama di Premier League. Pasalnya Palace harus menyambangi markas Chelsea dalam Derbi London ini.
Di laga itu Maresca menurunkan skuad terbaik. Mereka tampil dengan penuh percaya diri. Selain bermain di kandang sendiri, Chelsea yang merekrut banyak pemain berkualitas juga menyandang status juara Piala Dunia Antarklub 2025.
Maresca sendiri langsung menurunkan pemain anyar, Joao Pedro dan Jamie Gittens. Bersama Cole Palmer dan Pedro Neto, mereka menopang Pedro yang menempati posisi sebagai centre forward. Sedangkan pemain anyar lainnya, Liam Delap dan bintang muda Brasil Estevao, duduk di bench.
Dengan materi pemain yang 'mewah' tak heran bila Chelsea begitu mendominasi. Bahkan penguasaan bola The Blues mencapai 70%. Hanya saja itu seolah tak berarti menghadapi pertahanan kokoh Palace.
Sebaliknya, Palace sempat membuat fans Chelsea terdiam. Gara-garanya, tendangan bebas Eberechi Eze berhasil menembus gawang Chelsea di menit 13. Namun gol itu secara kontroversial dianulir wasit Darren England.
Pasalnya, bek Palace Marc Guehi dinilai mendorong Moises Caicedo yang menjadikan pagar hidup pemain terbuka dan kemudian dimanfaatkan Eze. Hanya, gol itu menjadi tidak sah karena pelanggaran tersebut.
BACA JUGA:
Chelsea sesungguhnya tetap mendominasi permainan. Namun serangan mereka tak kunjung membuahkan hasil. Maresca pun memasukan Delap dan Estevao umendapat ntuk memperbaiki lini gedor tim.
Estavao yang bermain di sayap kanan memang mampu menghidupkan serangan Chelsea. Hanya saja, serangan mereka selalu gagal. Hingga laga usai, skor tetap 1-0. Menariknya, Eze justru mendapat aplaus dari pendukung Chelsea.