Penumpang di Bandara Internasional Yogyakarta Melonjak 58 Persen Jelang Larangan Mudik

JAKARTA - Jumlah penumpang khusus kedatangan di Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, naik 58 persen sejak Rabu 28 April hingga Senin ini menjelang larangan mudik yang bakal diberlakukan pada  6-17 Mei 2021.

Pelaksana Tugas General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama di Kulon Progo, mengatakan pada Rabu 28 April, jumlah penumpang yang datang sebanyak 2.556 penumpang dan yang berangkat 2.093 penumpang, Kamis 29 April yang datang 2.707 orang dan yang berangkat 2.250 penumpang.

Selanjutnya, Jumat 30 April penumpang yang datang sebanyak 3.619 penumpang, dan yang berangkat 3.015 penumpang, Sabtu 1 Mei jumlah yang datang 3.305 penumpang dan yang berangkat 2.502 penumpang. Minggu 2 Mei jumlah penumpang yang datang 3.385 penumpang dan yang berangkat 2.582 penumpang, dan Senin 3 Mei yang datang sebanyak 3.000 penumpang dan yang berangkat 2.009 penumpang.

"Sejak 28 April, khusus kedatangan ada kenaikan 58 persen penumpang dibandingkan minggu sebelumnya," kata Agus Pandu.

Ia mengatakan berdasarkan data trafik Bandara Internasional Yogyakarta bahwa ada lonjakan penumpang, dan puncaknya terjadi pada Jumat 30 April yang mencapai 6.634 penumpang.

"Berdasarkan trafiknya, jumlah penumpang mulai menurun meski jumlahnya masih sangat tinggi dibandingkan rata-rata harian sebelum puasa 1.500 penumpang," kata Agus Pandu.

Sebelumnya, Airport Duty Manager Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) Budi Wiyono membenarkan peningkatan jumlah penumpang di April 2021 yang cukup signifikan. Dari angka keberangkatan maupun kedatangan rata-rata harian sebanyak 1.500 penumpang, di April terjadi peningkatan sebanyak 3.000 penumpang.

Peningkatan angka keberangkatan maupun kedatangan di Bandara YIA didominasi dari arah Jakarta. Sedangkan nomor dua berasal dari daerah Kalimantan. Protokol pencegahan penularan COVID-19 di Bandara YIA juga terus diperketat.

"Kami menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan seperti tes GeNose dan rapid test antigen. Kami menyarankan penumpang melakukan rapid test antigen satu hari sebelum hari keberangkatan, karena kan sekarang berlaku hanya 1 kali 24 jam," kata Budi.