Israel Konfirmasi Pengambilalihan Kapal Kemanusiaan yang Menuju Gaza, Aktivis akan Dipulangkan

JAKARTA - Israel mengonfirmasi pihaknya telah mengambilalih kapal yang membawa aktivis dan bantuan kemanusiaan untuk mencoba menembus blokade Jalur Gaza, menyebutnya sebagai "kapal swafoto selebriti" dan membawa bantuan yang sedikit jumlahnya.

Media Israel melaporkan, Kapal Madleen tengah ditarik oleh Angkatan Laut Israel ke pelabuhan negara itu, setelah sebelumnya pasukan negara itu menaiki kapal.

"Kapal pesiar swafoto" milik para "selebriti" itu dengan selamat menuju pantai Israel. Para penumpang akan dikembalikan ke negara asal mereka," kata Kementerian Luar Negeri Israel dalam sebuah pernyataan, melansir The Times of Israel 9 Juni.

Tidak ada laporan tentang cedera setelah tentara menaiki kapal yang membawa 12 aktivis pro-Palestina, yang mengatakanmereka berlayar ke Gaza untuk meningkatkan kesadaran dan mengirimkan bantuan. Tidak jelas di mana mereka ditahan.

Diberitakan sebelumnya, militer Israel mencegat Kapal Madleen pada Senin pagi waktu setempat, saat kapal yang membawa aktivis dan bantuan kemanusiaan itu berusaha menerobos blokade menuju Jalur Gaza, Palestina.

Menurut pernyataan yang diunggah oleh Freedom Flotilla Coalition di Telegram, kontak dengan kapal tersebut terputus saat pasukan Israel menaikinya, seperti melansir WAFA.

Kelompok tersebut melaporkan kapal angkatan laut Israel telah mengepung kapal tersebut, sementara pesawat nirawak yang terbang rendah melayang di atas kepala, menciptakan suasana tegang di antara mereka yang berada di dalamnya.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan, aktivis iklim Swedia Greta Thunberg dan yang lainnya di atas Madleen "berusaha melakukan provokasi media yang tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan publisitas."

Kapal itu membawa "kurang dari satu truk penuh bantuan," katanya, mencatat "lebih dari 1.200 truk bantuan telah memasuki Gaza dari Israel dalam dua minggu terakhir, dan sebagai tambahan, Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF) telah mendistribusikan hampir 11 juta makanan langsung ke warga sipil di Gaza," klaim kementerian.

"Ada cara untuk mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza — tidak melibatkan swafoto Instagram. Bantuan dalam jumlah kecil yang ada di kapal pesiar dan tidak dikonsumsi oleh 'para selebriti' akan ditransfer ke Gaza melalui saluran kemanusiaan yang sebenarnya," tambah kementerian tersebut.

Terpisah, militer Israel belum mengomentari insiden tersebut, sebaliknya merujuk wartawan ke pengumuman kementerian.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Hari Minggu memerintahkan militer untuk menghentikan kapal kemanusiaan yang membawa aktivis, termasuk Greta Thunberg dari Swedia, yang berencana menentang blokade Israel dan mencapai Jalur Gaza, Palestina.

Kapal kemanusiaan yang mencoba menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza. (Instagram/gretathunberg)

Dioperasikan oleh Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang pro-Palestina, kapal kemanusiaan Madleen berbendera Inggris berlayar dari Sisilia pada tanggal 6 Juni dan saat ini berada di lepas pantai Mesir, bergerak perlahan menuju Jalur Gaza, yang dikepung oleh Israel.

"Saya menginstruksikan IDF untuk bertindak agar Madleen tidak mencapai Gaza," kata Menhan Katz dalam sebuah pernyataan, melansir Reuters.

Menhan Katz mengatakan blokade itu penting bagi keamanan nasional Israel karena berupaya melenyapkan Hamas.

"Negara Israel tidak akan mengizinkan siapa pun untuk mematahkan blokade laut di Gaza, yang tujuan utamanya adalah untuk mencegah transfer senjata ke Hamas," katanya.

Terpisah, FFC mengatakan kapal kemanusiaan Madleen membawa sejumlah bantuan simbolis, termasuk beras dan susu formula bayi.

Petugas pers FFC Hay Sha Wiya mengatakan pada Hari Minggu, kapal tersebut saat ini berada sekitar 160 mil laut (296 km) dari Gaza.

"Kami tengah mempersiapkan kemungkinan pencegatan," katanya.

Selain Thunberg, ada 11 awak kapal lainnya, termasuk Rima Hassan, anggota Parlemen Eropa asal Prancis.

Diketahui, Israel yang sempat melakukan blokade total pada awal-awal konflik pecah Oktober 2023 silam, kembali melakukan blokade total terhadap Jalur Gaza mulai 2 Maret 2025.

Itu dilakukan untuk menekan kelompok militan Palestina Hamas agar menerima perundingan gencatan senjata dan pembebasan seluruh sandera di Jalur Gaza.

Konflik terbaru di Gaza pecah pada 7 Oktober, usai kelompok militan Palestina pimpinan Hamas menyerang wilayah selatan Israel, menyebabkan 1.200 orang tewas dan 251 lainnya disandera menurut perhitungan Israel.

Itu dibalas Israel dengan melakukan blokade, serangan udara, hingga menggelar operasi militer di wilayah Jalur Gaza.

Pada 19 Januari, kedua negara memberlakukan kesepakatan gencatan senjata dan melakukan pertukaran sandera-tahanan, setelah kesepakatan yang dicapai beberapa hari sebelumnya antara Hamas dengan Israel lewat perantara Mesir, Qatar dan Amerika Serikat.

Kemarin, sumber medis di Gaza mengonfirmasi, jumlah korban tewas Palestina di Gaza sejak konflik terbaru pecah telah mencapai 54.880 orang, mayoritas anak-anak dan perempuan, sementara korban luka-luka mencapai 126.227 orang, dikutip dari WAFA.

Sejak gencatan senjata berakhir pada 18 Maret, korban tewas Palestina di Gaza mencapai 4.603 orang, sementara korban luka-luka mencapai 14.186 orang.