GHF Masih Tutup Distribusi Bantuan, Nasib Warga Gaza Makin Suram
JAKARTA - Perusahaan swasta yang mendistribusikan bantuan di Gaza, yang didukung oleh AS dan Israel, belum membuka kembali lokasi distribusinya hingga Kamis pagi, sehari setelah menutupnya menyusul serangkaian penembakan mematikan di dekat lokasi operasinya.
Yayasan Kemanusiaan Gaza (Gaza Humanitarian Foundation/GHF) yang berbasis di AS mengatakan pada Rabu, 4 Juni, lokasinya tidak akan dibuka kembali pada waktu biasanya karena pemeliharaan dan perbaikan. Tidak disebutkan kapan lokasi tersebut akan dibuka kembali.
Dilansir Reuters, Kamis, 5 Juni, seorang ayah Palestina dengan empat anak di Khan Younis, Gaza, membenarkan lokasi GHF di dekat Rafah belum dibuka kembali hingga tengah pagi.
GHF sebelumnya mendesak Israel untuk meningkatkan keselamatan warga sipil di luar batas lokasi distribusinya, sehari setelah puluhan warga Palestina yang mencari bantuan tewas.
GHF meminta militer Israel untuk mengarahkan alur pejalan kaki dengan cara yang meminimalkan risiko kebingungan atau eskalasi di dekat batas militer. Israel juga diminta mengembangkan panduan yang lebih jelas bagi warga sipil dan meningkatkan pelatihan untuk mendukung keselamatan warga sipil.
"Prioritas utama kami tetap memastikan keselamatan dan martabat warga sipil yang menerima bantuan," kata juru bicara GHF dilansir Reuters, Rabu, 4 Juni.
Sementara seorang juru bicara militer Israel memperingatkan warga sipil agar tidak bergerak di area yang mengarah ke lokasi GHF pada Rabu, karena menganggapnya sebagai "zona pertempuran".
Sebelumnya militer Israel mengatakan pihaknya menembaki sekelompok orang yang dianggapnya sebagai ancaman di dekat lokasi distribusi bantuan pangan GHF.
Komite Palang Merah Internasional mengatakan 27 orang tewas dan puluhan lainnya terluka. Sedangkan GHF mengatakan insiden itu "jauh di luar" lokasinya.
Warga Palestina yang mengumpulkan kotak makanan GHF pada Selasa, 3 Juni, menggambarkan kekacauan, tanpa seorang pun mengawasi penyerahan pasokan atau memeriksa identitas, saat kerumunan orang berdesakan untuk mendapatkan bantuan.