Kenali Gejala Cacar pada Lansia sebagai Langkah Pencegahan Dini

JAKARTA - Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh seseorang cenderung melemah, sehingga lebih rentan terhadap berbagai infeksi, termasuk cacar api atau herpes zoster.

Pemahaman mengenai gejala dan pencegahan penyakit ini sangat penting, khususnya bagi kelompok lansia, mengingat risikonya yang cukup tinggi dan potensi komplikasi yang bisa berlangsung lama.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan reumatologi, dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR, menjelaskan bahwa herpes zoster disebabkan oleh virus varicella-zoster, yaitu virus yang sama yang menyebabkan cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tersebut tidak sepenuhnya hilang dari tubuh, melainkan bersembunyi dalam sistem saraf dan dapat kembali aktif ketika daya tahan tubuh menurun.

"Virusnya tetap ada di dalam tubuh dan menunggu saat yang tepat, misalnya ketika seseorang menua atau imunitasnya melemah, maka virus itu bisa aktif kembali dalam bentuk cacar api," ujar dr. Sandra seperti dikutip ANTARA, 2 Mei.

Penyakit ini paling sering menyerang individu berusia di atas 50 tahun. Gejalanya tidak hanya berupa ruam pada kulit, tetapi juga rasa nyeri yang bisa sangat mengganggu, seperti sensasi terbakar, tersengat, atau tertusuk benda tajam. Bahkan setelah ruam sembuh, nyeri bisa bertahan hingga berbulan-bulan atau lebih.

"Rasa sakitnya bukan hanya muncul saat kulit melepuh, tapi juga bisa berlangsung lama setelah kulit kembali normal. Bahkan bisa sampai setahun lamanya," tambahnya.

Beberapa faktor lain yang meningkatkan risiko terkena herpes zoster meliputi riwayat keluarga, penyakit kronis seperti diabetes dan kanker, gangguan autoimun, penyakit jantung, stres berkepanjangan, hingga jenis kelamin dengan wanita disebut lebih berisiko.

Sandra yang juga tergabung dalam Perhimpunan Reumatologi Indonesia menyampaikan penderita autoimun memiliki kemungkinan dua hingga tiga kali lipat lebih tinggi untuk terinfeksi cacar api dibandingkan populasi umum. Hal ini disebabkan oleh gangguan pada sistem imun serta efek samping dari pengobatan yang membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi.

Ia menegaskan pentingnya pola hidup sehat dan pengelolaan stres sebagai bentuk pencegahan. Selain itu, vaksinasi herpes zoster merupakan langkah preventif yang sangat dianjurkan, terutama untuk lansia dan individu dengan faktor risiko tinggi.

"Menghindari kontak dengan orang yang sedang mengalami cacar air atau cacar api juga penting. Dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai kebutuhan vaksinasi," tutupnya.