Penerbangan Tokyo-Houston Dialihkan ke Seattle Lantaran Penumpang Coba Membuka Pintu Pesawat

JAKARTA - Penerbangan dari Tokyo ke Houston pada Sabtu pekan lalu terpaksa dialihkan ke Seattle, setelah seorang penumpang mencoba membuka dua pintu keluar pesawat, menurut FBI dan juru bicara Pelabuhan Seattle.

Penerbangan All Nippon Airways 114 sedang dalam perjalanan dari Bandara Haneda Jepang ke Bandara Interkontinental George Bush di Houston, ketika dialihkan "karena penumpang yang tidak tertib," kata pihak maskapai.

Pesawat itu, Boeing 787-9 Dreamliner, telah mengudara selama sekitar 10 jam ketika mendarat di Bandara Internasional Seattle-Tacoma sekitar pukul 4 pagi waktu setempat, menurut situs web pelacakan penerbangan FlightAware.

"Polisi Pelabuhan Seattle dipanggil karena laporan tentang seorang penumpang yang mencoba membuka pintu keluar selama penerbangan," kata juru bicara Chris Guizlo kepada CNN, seperti dilansir 28 Mei.

Tidak ada korban luka yang dilaporkan di antara penumpang dan awak pesawat akibat peristiwa tersebut, tambah Guizlo.

"Laporan kami menunjukkan penerbangan dialihkan karena gangguan penumpang," kata juru bicara Badan Penerbangan Federal kepada CNN, Minggu.

Kru dan penumpang menahan orang tersebut, yang dibawa ke rumah sakit untuk evaluasi medis setelah mendarat, kata FBI dalam sebuah pernyataan.

Saat tiba, seorang penumpang lain menjadi tidak tertib saat berada di landasan pacu di Seattle, menurut All Nippon Airways. Orang tersebut frustrasi dengan pengalihan penerbangan dan meninju pintu kamar mandi, kata FBI.

Orang tersebut "dikeluarkan karena perilaku tidak tertib sebelum pesawat berangkat dari SEA menuju Houston," kata Guizlo.

"Ini tidak terkait dan penumpang diturunkan tanpa insiden."

Tidak ada tuntutan terkait insiden tersebut yang diajukan, tambah FBI.

Penerbangan melanjutkan ke Houston, mendarat tepat sebelum pukul 1 siang waktu setempat tanpa insiden, menurut maskapai penerbangan dan FlightAware.

Di Amerika Serikat, FAA memiliki kebijakan tanpa toleransi untuk perilaku penumpang yang tidak tertib, yang melonjak ke rekor tertinggi pada tahun 2021, dengan hampir 6.000 insiden yang dilaporkan.

Laporan telah menurun secara signifikan sejak saat itu, tetapi pada tahun 2023 masih terjadi lebih dari 2.000 insiden, menurut data FAA.

Pada tahun 2023, lebih dari 400 tindakan penegakan hukum telah dimulai dan denda sebesar 7,5 juta dolar AS dijatuhkan terhadap penumpang yang melanggar.

Sementara, seorang penumpang yang tidak tertib pada Bulan November lalu mencoba membuka paksa pintu pesawat dalam penerbangan dari Milwaukee, melukai seorang pramugari dan mendorong penumpang lain untuk menutupinya dengan lakban.

Pria itu diduga memberi tahu seorang pramugari, ia ingin dan perlu "keluar dari pesawat sekarang," menurut laporan dari Departemen Keamanan Publik Bandara Internasional Dallas Fort Worth.

Tahun lalu, seorang pria didakwa melakukan pemukulan tanpa alasan terhadap seorang penumpang di dalam pesawat United Airlines setelah ia berulang kali memukul orang tersebut hingga berdarah.