Peran Nelayan Dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Gizi Generasi Muda
JAKARTA – Upaya peningkatan taraf hidup nelayan Indonesia terus mendapat dorongan dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). Melalui berbagai program strategis, organisasi yang telah berdiri sejak 1957 ini memperkuat peran sebagai jembatan antara aspirasi nelayan dan arah kebijakan pemerintah.
Dalam momentum peringatan hari jadinya yang ke-52 di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Muara Angke, Jakarta, HNSI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi konkret bagi kesejahteraan nelayan, bukan hanya melalui advokasi, tetapi juga lewat implementasi program-program nyata di lapangan.
Ketua Panitia HUT HNSI, Agus Suherman, menyampaikan bahwa organisasi ini memiliki tanggung jawab moral dan struktural untuk mengangkat harkat hidup nelayan.
“Kami hadir untuk memastikan nelayan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tapi subjek yang berdaulat dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Program Riil untuk Kemandirian Ekonomi
Salah satu langkah konkret HNSI adalah peluncuran Koperasi Merah Putih Nelayan, yang menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Koperasi ini diharapkan menjadi wadah penguatan ekonomi nelayan berbasis komunitas.
Selain itu, HNSI juga aktif mendukung program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sumber nutrisi ikan. Dalam pelaksanaannya pada Desember 2024 lalu, HNSI berhasil menjangkau lebih dari 10.000 anak nelayan di seluruh Indonesia—sebuah bukti nyata bahwa sektor kelautan dapat berperan penting dalam mendukung ketahanan gizi generasi muda.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kelautan, HNSI juga memastikan nelayan memiliki akses terhadap perangkat penting seperti Sistem Pemantauan Kapal Perikanan (VMS). Program ini dilengkapi dengan bantuan sarana tangkap seperti coolbox, drum solar, dan basket, yang bertujuan mendorong efisiensi kerja dan kualitas hasil tangkapan.
Tak kalah penting, peluncuran Kartu Tanda Anggota (KTA) Digital menjadi bagian dari upaya modernisasi pendataan dan pelayanan terhadap anggota, sekaligus membangun basis data nasional nelayan yang akurat dan dinamis.
Baca juga:
- Istri Pensiunan TNI Kaget Suaminya Terlibat Narkoba: "Saya Suruh Jadi Sopir Ojol Buat Beli Rokok"
- BNN Gerebek Rumah Pensiunan TNI AD di Johar Baru, 25 Kg Sabu Senilai Rp50 Miliar Disita
- Belasan Anggota Sudin Perhubungan Jakarta Pusat Dilaporkan Atas Dugaan Pungli
- Belasan Anggota Sudin Perhubungan Jakarta Pusat Dilaporkan Atas Dugaan Pungli
Komitmen terhadap Swasembada Pangan
Dalam konteks visi besar pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan, HNSI menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Tema yang diusung tahun ini—"Nelayan sebagai Motor Penggerak Swasembada Pangan Nasional"—bukan sekadar slogan, melainkan bentuk komitmen yang terwujud dalam kerja kolaboratif dan program berkelanjutan.
“Kekuatan pangan nasional tidak bisa dilepaskan dari laut. Dan nelayan adalah penjaga, sekaligus penggeraknya,” kata Agus.
Dukungan dari Pemerintah
Perayaan HUT ke-52 HNSI yang turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara seperti Menko Pangan Zulkifli Hasan, Utusan Khusus Presiden Muhamad Mardiono, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, menunjukkan bahwa agenda kesejahteraan nelayan kini menjadi perhatian lintas sektor.
Dengan usia yang telah mencapai lebih dari lima dekade, HNSI terus bergerak sebagai kekuatan sosial yang mendorong kebijakan berbasis kebutuhan nelayan, menjembatani visi negara dengan realitas di akar rumput.