Jerman Kritik Israel yang Izinkan Sedikit Truk Bantuan Masuki Gaza

JAKARTA - Juru bicara pemerintah Jerman menyebut truk bantuan yang diizinkan Israel masuk ke Jalur Gaza pekan ini terlalu sedikit dan sangat terlambat.

"Ini terlalu sedikit, terlalu terlambat, dan terlalu lambat," kata juru bicara Jerman dilansir Reuters, Jumat, 23 Mei.

Militer Israel menyebut sebanyak 107 truk bantuan milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kelompok bantuan lainnya yang membawa tepung, makanan, peralatan medis dan obat-obatan farmasi dipindahkan pada Kamis ke Jalur Gaza.

Namun, pengiriman pasokan kepada orang-orang yang berlindung di tenda-tenda dan akomodasi darurat lainnya berjalan tidak menentu.

Sejauh ini, jaringan induk kelompok bantuan Palestina mengatakan, 119 truk bantuan telah memasuki Gaza sejak Israel melonggarkan blokade pada Senin setelah mendapat kecaman internasional.

Namun, distribusi terhambat oleh penjarahan oleh sekelompok pria, beberapa di antaranya bersenjata, di dekat kota Khan Younis.

"Mereka mencuri makanan yang seharusnya diberikan kepada anak-anak dan keluarga yang menderita kelaparan parah," kata jaringan tersebut dalam pernyataan dilansir Reuters, Jumat, 23 Mei.

Jaringan itu mengutuk serangan udara Israel terhadap tim keamanan yang melindungi truk-truk tersebut.

Seorang pejabat Hamas mengatakan enam anggota tim keamanan yang bertugas menjaga pengiriman tewas. Belum ada komentar langsung dari militer Israel.

Jaringan kelompok bantuan itu juga mengatakan jumlah bantuan yang masuk ke Gaza masih belum memadai dan hanya mencakup sejumlah kecil pasokan.

Menurut mereka, persetujuan Israel untuk mengizinkan truk memasuki daerah yang hancur akibat perang itu adalah "manuver yang menipu" untuk menghindari tekanan internasional yang menyerukan pencabutan blokade.