Apakah Matahari Akan Mati? Begini Penjelasan NASA

JAKARTA – Tak ada yang kekal di alam semesta ini, baik itu manusia ataupun Bumi yang ditinggali. Bahkan, Matahari yang telah dilintasi Bumi selama miliaran tahun bisa mati dan hancur pada akhirnya. 

Jika Anda belum tahu, Matahari merupakan bintang. Objek astronomi ini berbentuk seperti bola raksasa hidrogen, tetapi dengan sumber energi yang sangat panas. Dengan besarnya energi yang dikeluarkan Matahari, berapa lama bintang ini akan bertahan? 

Tidak ada yang tahu pasti, tetapi para ilmuwan percaya Matahari akan padam suatu saat nanti. Hal ini disebabkan oleh penciptaan energi yang terus menguras energi objek astronomi tersebut. 

Menurut penjelasan NASA, Matahari dapat bersinar dengan terang karena gravitasi menekannya. Gravitasi ini mendorong Matahari untuk menciptakan energi dan menggunakan seluruh hidrogen yang dihasilkan. 

Selama proses ini berjalan, Matahari juga menciptakan helium dan menggunakannya juga. Proses ini akan terus berulang hingga Matahari menggunakan unsur-unsur yang lebih besar, terus bertambah besar hingga unsurnya tidak dapat digunakan lagi. 

"Ketika itu terjadi, ia akan mulai mengembang menjadi raksasa merah seukuran planet bagian dalam. Kemudian, ia akan menyusut kembali menjadi bintang yang sangat aneh yang disebut katai putih, sangat panas, tetapi tidak terlalu terang," jelas NASA. 

Katai putih ini diperkirakan akan seukuran Bumi. Namun, ada kemungkinan juga Matahari tidak akan pernah padam. Meski tidak padam, Matahari dipastikan akan meredup atau berbeda dari aktivitas normalnya. 

" Namun, Matahari kita memiliki masa hidup yang cukup panjang. Matahari telah mencapai separuh dari masa hidupnya yang mencapai 10 miliar tahun," ucap NASA.