Kurikulum Muatan Lokal Noken Sedang Dirancang Disdik Papua Barat sebagai Bentuk Pelestarian Budaya
JAKARTA - Dinas Pendidikan Papua Barat tengah merancang langkah konkret untuk melestarikan budaya lokal melalui pengembangan kurikulum muatan lokal Noken. Upaya ini difokuskan pada satuan pendidikan khusus di tujuh kabupaten, sebagai bagian dari strategi menjaga warisan budaya di tengah arus globalisasi.
Asisten I Sekretariat Daerah Papua Barat, Syors Alberth Ortisanz Marani, menjelaskan bahwa kurikulum ini ditujukan agar para pelajar dapat memahami dan mengapresiasi keragaman budaya, termasuk seni, tradisi, dan nilai-nilai adat yang hidup di masyarakat.
Materi dalam kurikulum tersebut akan mencakup unsur-unsur bahasa daerah, kesenian tradisional, tata cara upacara adat, cerita rakyat, serta kekayaan budaya asli lainnya yang patut dijaga kelestariannya.
“Kami memberi penghargaan atas inisiatif Dinas Pendidikan yang berkomitmen memperkenalkan muatan lokal ke dalam pendidikan khusus,” ujar Syors.
Ia menambahkan penerapan kurikulum ini tak hanya memperkaya wawasan siswa, tetapi juga merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam mempertahankan identitas budaya di tengah tantangan zaman.
Baca juga:
Selama proses perumusan yang berlangsung pada 6 hingga 9 Mei 2025, kurikulum ini disusun dengan mempertimbangkan berbagai aspek penting, khususnya metode pengajaran yang adaptif dan mudah dipahami oleh peserta didik.
“Papua Barat membutuhkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dan materi yang dapat diterima dengan baik oleh siswa,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Abdul Fatah, menyampaikan bahwa penyusunan kurikulum ini melibatkan kolaborasi antara guru pendidikan khusus, akademisi dari Universitas Papua, serta Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP).
Menurutnya, kerja sama ini bertujuan agar para guru di sekolah luar biasa (SLB) mampu mengimplementasikan kurikulum dengan efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
“Dengan perumusan yang matang, kami berharap muatan lokal Noken dapat memberikan dampak nyata dalam dunia pendidikan,” pungkas Abdul Fatah.