Pendapatan Spotify Tidak Capai Target Meski Jumlah Pelanggan Premium Naik 5 Juta

JAKARTA – Jumlah pengguna Spotify mengalami pertumbuhan. Meski data penggunanya terlihat meningkat dibandingkan kuartal yang sama pada tahun lalu, pendapatan perusahaannya tidak sesuai harapan. 

Berdasarkan laporan Bloomberg, pelanggan layanan streaming musik tersebut naik sebanyak 12 persen menjadi 268 juta. Artinya, ada lebih dari lima juta pelanggan yang baru berlangganan Spotify Premium. Tak hanya itu, jumlah pengguna aktif bulanannya juga meningkat. 

Laporan pendapatan Spotify mencatat bahwa pengguna aktif bulanan telah meningkat menjadi 678 juta, naik hingga 10 persen dibandingkan kuartal pertama tahun sebelumnya. Kabar ini seharusnya menyenangkan para investor, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. 

Laba Spotify gagal mencapai target. Hal ini terjadi karena saham perusahaan yang anjlok hingga 6 persen dengan laporan laba per saham sebesar 1,07 euro (Rp20 ribu). Padahal, perusahaan menargetkan laba per saham sebesar 2,13 euro (Rp40 ribu). 

Hal ini juga memengaruhi pendapatan global. Meski naik 15 persen dari tahun lalu, pendapatannya lebih rendah dari yang diproyeksikan. Perusahaan itu hanya mengumpulkan 4,19 miliar euro (Rp79,8 triliun), sedangkan proyeksinya sebesar 4,2 miliar euro (Rp80 triliun). 

Pendapatan yang tidak mencapai target ini terjadi karena pajak gaji yang meningkat di beberapa wilayah. Pendapatan iklan juga menurun karena pemotongan belanja iklan digital dan nilai tukar mata uang yang tidak menguntungkan di sejumlah negara. 

Melihat data ini, CEO Spotify, Daniel Ek, optimistis dengan peningkatan di kuartal berikutnya. Platform ini diproyeksikan mencapai 689 juta pengguna aktif bulanan pada kuartal kedua dan jumlah pelanggan premiumnya meningkat menjadi 273 juta.