2 Kali Gagal Bina Rumah Tangga Gegara Nikah Muda, Olla Ramlan Harap Anak Tak Ikuti Jejaknya

JAKARTA – Olla Ramlan memberikan pandangan soal rencana masa depan putranya, Sean, yang kini tengah beranjak dewasa. Ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu, Olla menegaskan bahwa Sean masih memiliki perjalanan panjang sebelum memikirkan soal pernikahan.

"Sean masih 19 tahun, mau 20 tahun, belum selesai kuliahnya, masih panjang perjalanannya, jadi ya kita lihat," kata Olla Ramlan.

Menurut Olla, selain kedewasaan, seseorang yang ingin menikah juga harus berpikir secara logis dan objektif dalam menghadapi kehidupan rumah tangga.

"Jadi maksudnya otaknya juga harus benar-benar, selain juga mature, dia juga harus berpikir secara objektif, secara logis juga karena rumah tangga itu, mau nikah mah gampang, besok juga bisa. Tapi bagaimana mempertahankannya," ungkapnya.

Belajar dari pengalamannya sendiri, Olla ingin agar anaknya menikah dalam kondisi yang lebih siap secara emosional dan mental.

"Belajar dari pengalaman saya, saya menikah umur 23 tahun, masih muda, masih egonya tinggi, jadi saya pengin anak saya menikah yang pertama dan yang terakhir," ucap Olla Ramlan.

Bagi Olla, semua pengalaman hidup, baik maupun buruk, adalah pembelajaran berharga.

"Semuanya adalah pelajaran hidup buat saya, siapapun itu, mantan saya, mantan pacar, mantan suami, siapapun itu adalah pelajaran," ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya introspeksi diri dalam setiap perjalanan kehidupan.

"Jadi ya pastinya kita ingin mencari yang lebih baik lagi insyaallah. Tapi kan kita sebagai manusia, sebagai perempuan kan juga harus introspeksi diri, apakah kita yang salah," tutur Olla Ramlan.

Sebagai seorang ibu, Olla berkomitmen untuk membimbing anak-anaknya menikmati setiap fase kehidupan, termasuk segala suka dan duka yang mereka alami.

"Kalau Sean kan masih 19 tahun, saya rasa dia juga masih banyak belajar mengenai arti kehidupan. Jadi saya tugasnya sebagai ibu mengajarkan anak-anak saya bahwa pengalamannya itu harus dinikmati, mau sedih, mau senang, mau sakit, semuanya harus dinikmati," pungkasnya.