Cara Menghitung Peluang? Begini Rumus yang Dapat Anda Gunakan
YOGYAKARTA - Peluang merupakan salah satu materi matematika yang pastinya dipelajari oleh siapa pun yang pernah duduk di bangku sekolah menengah. Materi tersebut berisi mengenai pembelajaran soal pengertian hingga cara menghitung peluang dengan rumus yang ada.
Dikutip dari buku Cerdas Belajar Matematika yang disusun oleh Marthen Kanginan, peluang adalah teori yang mempelajari kemungkinan munculnya sesuatu dengan percobaan. Selain diterapkan dalam ilmu matematika, peluang juga banyak digunakan untuk menangani suatu persoalan di bidang ekonomi, biologi, hingga statistika.
Adapun dalam kehidupan sehari-hari, peluang sering dimanfaatkan untuk memprediksi suatu hal. Contohnya, peluang tercetaknya gol dalam permainan sepak bola, peluang terjadinya hujan, peluang sebuah penghasilan dari suatu bisnis, dan lainnya.
Cara Menghitung Peluang
Dalam buku Mari Memahami Konsep Matematika, Wahyudin Djumanta menjelaskan, cara menghitung peluang dapat kita lakukan dengan pendekatan frekuensi relatif.
Misalnya, sebuah koin dilempar sebanyak 10 kali, selanjutnya muncul sisi gambar sebanyak 4 kali, maka perbandingan banyak kejadian munculnya sisi gambar dan pelemparan yaitu 4/10. Nilai inilah yang disebut frekuensi relatif kemunculan sebuah angka.
Berdasarkan penjelasan di atas, cara menghitung peluang berdasarkan frekuensi relatif dari munculnya kejadian yang diamati dapat dilakukan dengan rumus di bawah ini:
Rumus Peluang
Menurut teori peluang, suatu percobaan tidak selalu mendapatkan hasil yang sama meskipun prosesnya tidak jauh berbeda. Misalnya, saat uang koin dilemparkan, ada dua kemungkinan sisi yang muncul di bagian atas, yaitu sisi angka atau gambar.
Semua hasil yang dapat terjadi dari percobaan tersebut dihimpun dalam ruang sampel. Dikutip dari Modul Kemdikbud Matematika Umum: Teori Peluang oleh Yuniarti dan Yuyun Sri, ruang sampel dinotasikan dengan S, adapun banyaknya elemen ruang sampel dinyatakan dengan n(S).
Jika S adalah ruang sampel dengan banyak elemen (n(S)) dan A adalah kejadian dengan banyak elemen (n(A)), sehingga peluang kejadian A yang dinotasikan dengan P(A) dapat dihitung dengan rumus:
P(A) = n(A) / n(S)
Contoh Soal
Untuk memahami penerapannya, simak beberapa contoh soal peluang di bawah ini.
Soal 1
Dalam pelemparan dadu sebanyak 100 kali, muncul muka dadu dengan nomor 4 sebanyak 18 kali. Berapa frekuensi relatif kemunculan muka dadu bernomor 1?
Jawab:
fr = banyak kejadian/banyak percobaan
= 18/100
= 0,18
Dengan demikian, frekuensi relatif munculnya muka dadu bernomor 4 adalah 0,18.
Soal 2
Tentukan peluang mata dadu berangka ganjil pada pelemparan sebuah dadu!
Jawab:
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}, maka n(S) = 6
Jika A adalah kejadian muncul mata dadu berangka ganjil, maka A = {1, 3, 5} sehingga n(A) = 3.
P(A) = n(A) / n(S)
= 3/6
= ½
Dengan demikian, peluang kemunculan mata dadu berangka ganjil adalah ½.
Soal 3
Tentukan peluang kemunculan mata dadu berangka kurang dari 5 pada pelemparan sebuah dadu!
Jawab:
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}, maka n(S) = 6
Jika B adalah kejadian muncul mata dadu berangka kurang dari 5, maka B = {1, 2, 3, 4} sehingga n(B) = 4
P(B) = n(A) / n(S)
= 4/6
= 2/3
Sehingga, peluang kemunculan mata dadu berangka kurang dari 5 adalah 2/3.
Baca juga:
Demikianlah ulasan mengenai cara menghitung peluang. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.