Tim Arkeologi Mesir Ungkap 110 Makam Kuno dari Masa Sebelum Masehi di Delta Sungai Nil

JAKARTA - Mesir kembali mencatatkan penemuan arkeologi berarti. Kali ini, tim arkeologi berhasil menemukan 110 makam kuno yang berasal dari masa Sebelum Masehi.

Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir pada Selasa 27 April lalu mengumumkan, penemuan makam-makam kuno ini berlangsung di situs kuno yang ada di provinsi yang terletak di delta Sungai Nil.

"Kuburan, beberapa di antaranya memiliki sisa-sisa manusia di dalamnya, ditemukan di situs arkeologi Koum El Khulgan di Provinsi Dakahlia, sekitar 150 kilometer timur laut Kairo," terang kementerian tersebut, melansir The National News.

"Mereka termasuk 68 makam berbentuk oval yang berasal dari Periode Predinastik yang membentang dari masa 6000 - 3150 Sebelum Masehi," lanjut kementerian tersebut.

Kubur kuno di Mesir. (Sumber: Egyptian Tourism and Antiquities Ministry)

Termasuk dalam penemuan kali ini adalah 37 makam berbentuk persegi panjang dari zaman kuno yang dikenal sebagai Periode Menengah Kedua, ketika orang Semit dari Hyksos memerintah Mesir kuno.

Tak hanya sampai di situ, para arkeolog juga menemukan lima kuburan berbentuk oval yang tersisa berasal dari periode Naqada III pada masa 3200 - 3000 Sebelum Masehi.

"Para arkeolog juga menemukan sisa-sisa manusia dewasa dan anak-anak serta peralatan penguburan dan benda tembikar di kuburan ini," ungkap kementerian tersebut.

Penemuan ini adalah yang terbaru dari serangkaian penemuan arkeologi dalam beberapa tahun terakhir, di mana Mesir tengah mencari publisitas dengan harapan dapat menghidupkan kembali sektor pariwisatanya.

Kubur kuno ini berasal dari masa Sebelum Masehi. (Sumber: Egyptian Tourism and Antiquities Ministry)

Sejumlah tim peneliti dari luar negeri juga dilibatkan, seperti tim peneliti dari Universitas Santo Domingo, Dominika yang berhasil melakukan menemukan mumi lidah emas, saat melakukan penggalian di situs kuno Taposiris Magna.

Ada pula tim peneliti gabungan Amerika-Mesir yang dipimpin oleh Dr. Matthew Adams dari Universitas New York, berhasil menemukan tempat produksi bir Mesir kuno yang diklaim berusia sekitar 5 ribu tahun. 

Serangkaian penemuan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali pariwisata Mesir, setelah gejolak akibat pemberontakan tahun 2011 dan pandemi COVID-19. Tahun lalu, jumlah wisawatan yang datang ke Mesir hanya berjumlah 3,5 juta orang dari sebelumnya 13,1 juta orang di tahun 2019.