Di Forum Internasional, Puan Tegaskan Komitmen Indonesia untuk Perjuangan Palestina
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan Ketua Parlemen Palestina, Rawhi Fattouh di sela forum kelompok parlemen negara-negara yang membela Palestina atau The Group of Parliaments in support of Palestine di Istanbul, Turki.
Kepada Rawhi Fattouh, Puan menegaskan dukungan Indonesia kepada Palestina tak pernah berhenti hingga Palestina merdeka. Dukungan Indonesia untuk Palestina tak hanya dilakukan oleh pemerintah dan DPR, rakyat Indonesia juga terus memberikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
"Dukungan terhadap Palestina merupakan panggilan moral dan sejarah bangsa Indonesia. Indonesia terus mendukung perjuangan rakyat Palestina dan tak berubah sejak era kemerdekaan,” kata Puan, Minggu, 20 April.
Puan mengklaim DPR RI selalu menegaskan posisi Indonesia yang menolak aksi-aksi kekerasan di tengah eskalasi kekerasan yang semakin brutal di Gaza dan wilayah Palestina lainnya.
“Baik di meja-meja bilateral dan forum-forum internasional, DPR terus menyuarakan dukungan bagi Palestina dan mengajak negara-negara dunia agar mengupayakan terciptanya perdamaian di Palestina,” ungkap Puan.
Puan mengaku ingin menguatkan kerja sama antar DPR dengan parlemen Palestina. Menurutnya, penguatan kerja sama ini dapat meningkatkan penggalangan dukungan terhadap negara-negara lain dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina agar dapat hidup dengan nyaman dan damai di rumahnya sendiri.
Untuk itu, Puan mengundang Ketua Parlemen Palestina untuk menghadiri pertemuan Persatuan Parlementer Negara-negara Anggota OKI atau Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) di Jakarta tanggal 12-15 Mei 2025 di mana DPR RI akan bertindak sebagai tuan rumah.
“Tentunya ini akan menjadi momen yang berharga untuk meningkatkan koordinasi dan mengkonsolidasikan dukungan bagi Palestina,” urainya.
Baca juga:
Puan juga mendorong diplomasi konkret untuk gencatan senjata permanen dan akses bantuan kemanusiaan yang tidak terhalang. Ia juga mengadvokasi kerja sama, mempromosikan dialog, dan menolak unilateralisme dalam konteks dukungan terhadap penghentian perang.
“Kita harus memimpin dalam mempromosikan resolusi damai dan menolak kekerasan sebagai sarana untuk menyelesaikan perselisihan. Serangan Israel terhadap warga sipil termasuk wanita, anak-anak, dan orang tua di Gaza dan Tepi Barat harus dihentikan,” imbuh dia.