Gejala Anak Mengalami Gangguan Penglihatan yang Harus Diwaspadai Orangtua

JAKARTA - Masalah penglihatan saat ini dialami oleh banyak anak-anak. Di Indonesia, menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, prevalensi gangguan penglihatan pada anak usia sekolah 5-19 tahun diperkirakan mencapai 10 persen.

Perlu diketahui gangguan penglihatan pada anak yang tidak diatasi dengan baik dapat mengganggu pertumbuhan mereka hingga dewasa. Mulai dari kemampuan belajar, bersosialisasi, hingga kualitas hidup.

Oleh karena itu, sangat penting peran orang tua untuk mengetahui apakah kondisi mata anak mereka baik atau tidak. Terlebih mengingat anak jarang untuk mengeluhkan atau mengungkapkan kondisi matanya sendiri.

Terdapat beberapa gejala yang biasanya ditunjukkan dari kebiasaan anak jika kondisi penglihatan mereka tidak baik-baik saja. Hal ini disampaikan oleh Dr. Hasiana Lumban Gaol, SpM, di RS Mata JEC Kedoya.

“Ada beberapa gejala non verbal yang dapat ditunjukkan melalui aktivitas anak sehari-hari,” kata Dokter Hasiana, pada Selasa, 15 April 2025.

Anak dengan gangguan penglihatan biasanya suka memicingkan mata untuk melihat sesuatu. Mereka juga cenderung membaca dan menonton televisi dalam jarak dekat karena tidak bisa lagi melihat dengan jelas dengan jarak jauh.

“Memicing-micingkan mata untuk melihat, terus melihat harus dalam jarak yang dekat. Seperti baca buku dekat, atau dia nempel ke TV,” jelasnya.

Selain itu, anak dengan gangguan penglihatan juga suka untuk mengucek mata mereka. Mereka juga biasanya akan terganggu saat belajar karena kesulitan dalam memfokuskan penglihatannya.

“Kemudian anak suka mengusap atau mengucek mata, mata tampak juling dan tidak sinkron, dan tidak fokus dalam belajar,” pungkasnya.

Jika anak sudah mengalami beberapa gejala tersebut, orang tau sebaiknya membawa mereka untuk memeriksakan diri. Gangguan penglihatan pada anak harus diatasi dengan tepat, seperti dengan pemberian kacamata yang sesuai agar gangguannya tidak semakin parah.