Korbankan Premier League Demi Liga Europa, Manchester United Dihabisi Newcastle
JAKARTA - Manchester United mengorbankan laga di Premier League Inggris. Demi laga krusial di Liga Europa, MU pun dihabisi Newcastle United 4-1 dalam duel di Stadion Saint James' Park, Minggu, 13 April 2025 malam WIB.
Skuad terbatas yang menyulitkan manajer MU Ruben Amorim. MU pun tak bisa berharap hasil maksimal saat Amorim terpaksa merotasi pemain. Apalagi, Bruno Fernandes menghadapi Newcastle yang tengah on fire dan berambisi meraih tiket ke Liga Champions musim depan.
Ya, Amorim dalam posisi dilematis. Usai melakoni laga tandang melawan Newcastle di Liga Premier, MU hanya memiliki waktu pendek mempersiapkan diri menghadapi Olympique Lyonnais di Stadion Old Trafford, Jumat, 18 April 2025 dini hari WIB.
Hasil imbang 2-2 pada laga pertama perempat final menjadikan MU harus habis-habisan saat menjamu Lyon pada laga kedua demi meraih tiket ke semifinal. Repotnya lagi, gol di laga tandang sudah tidak diperhitungkan lagi sehingga MU harus menang di laga krusial itu.
Usai bertemu Lyon, The Red Devils hanya punya waktu tiga hari menghadapi Wolverhampton Wanderers di kompetisi domestik. Ini menjadikan MU melakoni pekan yang tidak mudah. Amorim pun mengambil risiko merombak komposisi pemain saat menghadapi Newcastle.
Tidak kurang lima pemain yang absen, termasuk kiper Andre Onana. Posisinya digantikan Altay Bayindir yang debut di Liga Premier. Alhasil, Bayindir pun ikut-ikutan melakukan blunder yang berujung gol keempat The Magpies.
Amorim pun mendapat kritikan atas kekalahan 4-1 MU. Ini menjadikan MU untuk kali pertama sejak musim 1989/1990 menelan kekalahan terbesar dari lawan sama.
"Saya paham (dengan adanya kritikan tersebut), tetapi saya tak peduli. Terus terang tidak ada yang lebih buruk dari kekalahan itu sendiri," kata Amorim.
"Mereka boleh berkata apa saja seperti yang mereka inginkan. Saya pun tidak akan membela diri atau melakukan apa pun. Bila Anda melihat posisi kami di klasemen, itu sudah mengatakan semuanya," ucap dia lagi.
Amorim menuturkan bila tim butuh pembenahan di semua lini. Hanya itu yang harus dilakukan MU. Terutama bila mereka di luar dugaan memenuhi target juara Liga Europa. Sudah pasti MU berlaga di Liga Champions musim depan sehingga tidak ada pilihan mereka harus merombak skud secara besar-besaran.
"Saat kami kebobolan gol kedua di awal babak kedua, kami langsung ambruk. Harus diakui kami butuh perbaikan di semua lini. Posisi kami di klasemen sudah menunjukkan bagaimana performa kami musim ini," kata Amorim.
Amorim, lebih lanjut, mengatakan rotasi pemain dengan skuad terbatas tetap dilakukan karena Bruno Fernandes dkk melakoni laga krusial melawan Lyon. "Saya harus membuat pilihan karena kami akan kembali bermain dalam waktu tiga hari. Kini, kami harus fokus pada laga berikutnya. Kami harus bermain lebih baik dan memenangkan pertandingan," ucapnya.
Di laga itu, MU sesungguhnya masih bisa mengimbangi Newcastle terutama di babak pertama. Tim asuhan Eddie Howe memang berhasil unggul lebih dulu setelah gelandang tim nasional Italia Sandro Tonali melepaskan tendangan voli yang membobol gawang Bayindir di menit 24.
MU memberi respons cukup bagus dengan permainan ofensif yang tidak kalah apik. Terbukti, mereka tak butuh waktu lama untuk menyamakan skor setelah Alejandro Garnacho menyelesaikan assist Diogo Dalot untuk mencetak gol di menit 37.
Baca juga:
- Deretan Hoaks yang Pernah Gemparkan Indonesia. Ada yang Berujung Masuk Penjara?
- Jelang Perayaan Pesta Rakyat, TMII Targetkan 200 Ribu Pengunjung: Penyandang Disabilitas Gratis Masuk
- Gangguan Makan Berlebihan karena Stres, Bisa Diatasi dengan 8 Cara Ini
- Tren Tanpa Maskara ala Rose BLACKPINK, Pas Buat Dompet Tipis
Skor berubah 1-1 dan bertahan hingga babak pertama usai. Ini menjadikan MU bersemangat saat memasuki babak kedua. Namun gol cepat Harvey Barnes mengubah pertandingan. Saat pertandingan baru berjalan lima menit, Barnes sukses menaklukkan Bayindir.
Selanjutnya, Barnes mencetak brace di menit 64. Bahkan dirinya seakan tak percaya bisa begitu mudah menembus pertahanan MU untuk mengubah skor menjadi 3-1. Gelandang Bruno Guimaraes memantapkan keunggulan The Toon Army menjadi 4-1 di menit 77. Skor itu bertahan hingga laga usai.