Gangguan Makan Berlebihan karena Stres, Bisa Diatasi dengan 8 Cara Ini
YOGYAKARTA – Gangguan makan berlebihan atau binge eating disorder adalah gangguan makan yang paling umum dan bisa diobati. Gangguan yang ditandai dengan keinginan makan dengan porsi banyak, terkadang dialami seseorang sebagai cara untuk mengatasi masalah dalam hidup, seperti stres dan trauma. Gangguan ini, dilansir PsychCentral, Minggu, 13 April, dialami 1 dari 5 wanita dan 1 dari 7 pria pada usia 40 tahun.
Gangguan makan berlebihan ciri-cirinya dikenali ketika makan lebih banyak dari porsi makanan biasanya dalam jangka waktu tertentu dan merasa kurang kontrol atas makanan selama episode tertentu. Gangguan ini, tanda lainnya meliputi berikut ini:
- Makan lebih cepat dari biasanya
- Merasa tidak nyaman setelah makan
- Makan sembunyi-sembunyi
- Makanan dianggap sebagai cara menghindari rasa malu, perasaan tertekan, rasa bersalah, atau merasa depresi setelah makan
Setiap orang yang mengalami gangguan makan berlebihan, memiliki gejala yang berbeda. Tetapi tanda yang dijelaskan di atas, yang paling umum dialami oleh sesorang yang mengalami gangguan makan berlebihan. Mereka yang mengalaminya secara menahun, mungkin memiliki masalah kesehatan fisik dan mental serta citra diri yang buruk. Untuk mengobati gangguan makan berlebihan ini, beberapa pendekatan profesional perlu dijalani. Di antaranya meliputi terapi perilaku kognitif, terapi perilaku dialektis, terapi sistem keluarga internal, dan terapi trauma. Cara untuk mengatasi gangguan makan berlebihan yang dilakukan secara swadaya, antara lain berikut ini:
1. Berlatih makan dengan penuh kesadaran
Membuat pola makan yang rumit dan ketat, mungkin sulit. Tetapi membangun hubungan yang sehat dengan makanan dapat mengurangi rasa bersalah dan meminimalisir pengaruh makanan terhadap diri. Maka dengan makan dengan penuh kesadaran, banyak membantu.
Makan dengan penuh kesadaran biasanya melibatkan fokus saat makan tanpa gangguan sehingga dapat lebih menghargai makanan dan merasa puas karenanya. Berhenti sejenak untuk menikmatinya dan memperhatikan perasaan adalah hal yang penting. Kesadaran adalah tujuannya.
2. Kembali bergerak
Menemukan kegembiraan dalam menggerakkan tubuh dapat membantu menjadi selaras dan menghargai setiap hal yang dilakukan. Bisa dengan berolahraga untuk menghilangkan rasa sakit. Bisa juga bergerak untuk kesenangan, menikmati udara segar, atau meningkatkan kekuatan.
3. Menerima kondisi tubuh sebagaimana adanya
Terkadang berat badan jadi acuan yang bias. Tetapi penting untuk meneruma tubuh sebagaimana adanya. Kelilingi diri dengan informasi positif, tentang tubuh dan pemulihan. Maka menemukan media serta lingkaran sosial yang positif tentang tubuh, bisa sangat bermanfaat.
4. Temukan cara yang sehat untuk memproses emosi
Pertimbangkan cara untuk menyalurkan energi saat gelisah atau ketika stres meningkat. Misalnya dengan meditasi, latihan kesadaran, bergerak, menulis jurnal. Cara ini dapat membantu menyalurkan dan memproses emosi.
5. Bangun sistem pendukung
Menemukan orang-orang yang mendukung yang memahami tujuan serta kelompok yang cocok dapat membantu. Pastikan mereka mengerti jika Anda ingin mereka menghindari pembicaraan tentang diet atau berat badan, misalnya.
6. Jujur dengan diri sendiri dan tim pendukung
Jika Anda makan berlebihan, membatasi diri, butuh lebih banyak keterampilan mengatasi masalah, atau emosi akhir-akhir ini terasa tidak terduga, beri tahu tim layanan kesehatan atau dukungan Anda. Tim Anda harus menjadi tempat yang aman untuk meminta bantuan tanpa menghakimi.
Baca juga:
7. Berwelas asih pada diri sendiri
Pembicaraan negatif kepada diri sendiri hanya akan memicu getaran hubungan yang buruk dengan citra diri dan pola makan. Berikan diri kebebasan untuk membuat kesalahan dan belas kasih yang pantas untuk didapatkan.
8. Hindari menghakimi diri sendiri
Hindari menghakimi diri sendiri. Saat dorongan makan berlebihan muncul, cobalah ambil waktu jeda. Saat menganggap makanan sebagai cara menebus kesalahan “baik” atau “buruk”, hindari menghakimi diri sendiri. Perlu disadari, bahwa Anda perlu makan untuk asupan energi tubuh. Perlu juga dipertimbangkan untuk membangun hubungan sehat dengan makanan yang Anda makan.
Mengatasi gangguan makan berlebihan, mungkin membutuhkan bantuan profesional. Sebab gangguan ini biasanya dialami karena ada penyebab pendorongnya. Misalnya stres atau mengalami trauma tertentu yang terkadang tidak bisa langsung dikenali oleh diri sendiri.