Santorini Yunani Kembali Sambut Kapal Pesiar Pasca-Gempa Bumi

JAKARTA - Pulau Santorini, destinasi wisata terkenal di Yunani, menerima kapal pesiar pertamanya tahun ini pada Hari Minggu pekan lalu, setelah gempa bumi pada 4 Februari menyebabkan keadaan darurat dan evakuasi massal, menimbulkan kekhawatiran di antara penduduk setempat tentang potensi dampaknya terhadap musim turis.

Gempa bumi berkekuatan 5,3 skala Richter itu terjadi akibat proses tektonik alamiah dan pergerakan magma di bawah dasar laut. Namun, kerusakan yang ditimbulkannya hanya kecil.

Tidak ada kerusakan besar yang dilaporkan di pulau itu setelah gempa bumi, tetapi pihak berwenang mengatakan mereka akan mendirikan pelabuhan evakuasi untuk memfasilitasi evakuasi yang aman bagi warga jika terjadi gempa yang lebih besar.

Pada Hari Minggu pagi 23 Maret, Celestyal Discovery berlabuh di perairan Aegea yang berkilauan di lepas pantai Santorini dengan sekitar 1.700 wisatawan yang sebagian besar berasal dari Amerika.

Sebelumnya, Celestyal Cruises telah mencoret Santorini dari daftar tujuan awal bulan ini.

"Sangat menyenangkan mengetahui bahwa pulau itu dibuka kembali dan kami dapat mengunjunginya terlebih dahulu," kata penumpang bernama Deborah Terry (67), seperti melansir Daily Sabah 24 Maret.

Penumpang lain, Julie Eberly, mengatakan ia yakin pulau itu telah terbebas dari bahaya.

"Kami percaya pada dewan pariwisata di sini, jadi jika mereka mengatakan aman untuk datang, kami datang dengan tangan terbuka," ujarnya.

Sebagai pulau dengan sekitar 20.000 penduduk, Santorini terbentuk seperti sekarang setelah salah satu letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah sekitar tahun 1600 SM silam.

Pulau ini dikunjungi sekitar 2,5 juta wisatawan setiap tahun dan ekonominya hampir sepenuhnya bergantung pada pariwisata.

Lebih dari 20.000 gempa bumi berkekuatan 1 atau lebih tercatat antara 26 Januari dan 22 Februari, menurut Komite Interdisipliner untuk Manajemen Risiko dan Krisis di Universitas Athena.

Gempa bawah laut – terkadang tercatat hanya dalam hitungan menit – juga menyebabkan ribuan penduduk dan pekerja mengungsi dari pulau-pulau terdekat, Ios, Amorgos dan Anafi.

Peningkatan aktivitas seismik – yang belum pernah terjadi sebelumnya bahkan di negara yang rawan gempa seperti Yunani – telah mendorong pihak berwenang untuk menutup sekolah, menghentikan pembangunan dan mengirim penyelamat ke pulau itu.

Penduduk setempat mengatakan, mereka menaruh harapan pada para pengunjung yang kembali ke pulau itu.

"Kami semua berharap keadaan akan kembali normal, orang-orang akan kembali," kata Tassos Kontos, seorang pemilik toko.