Kemenperin Catat Realisasi Investasi Sektor Agro Rp206,3 Triliun, Serap 9,37 Juta Tenaga Kerja
JAKARTA - Industri agro di Indonesia tengah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat, industri agro mampu tumbuh 5,20 persen dan turut berkontribusi sebesar 8,89 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sepanjang 2024.
Sementara itu, realisasi investasi di sektor agro juga menunjukkan pertumbuhan yang baik, dengan total investasi mencapai Rp206,3 triliun.
Rinciannya, sebanyak Rp126 triliun dari modal asing dan Rp80,4 triliun merupakan modal dalam negeri. Hal itu mencerminkan kepercayaan yang kuat dari dunia usaha terhadap prospek jangka panjang industri tersebut.
"Industri agro bukan hanya menggerakkan sektor ekonomi, tetapi juga menyerap tenaga kerja lebih dari 9,37 juta orang. Artinya, sektor ini ikut andil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia," ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu, 29 Maret.
Beberapa subsektor andalan di industri agro, antara lain industri makanan dan minuman (mamin) serta industri kayu, kertas dan furnitur.
Meski begitu, kata Agus, sektor di industri agro juga dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga bahan baku, perubahan regulasi global dan dampak perubahan iklim.
"Untuk itu, kami perlu mengantisipasi tantangan tersebut dengan kebijakan adaptif dan penerapan inovasi teknologi. Dukungan dari pemerintah, investasi yang berkelanjutan serta peningkatan daya saing adalah kunci untuk memastikan industri agro tetap berkembang secara berkelanjutan," tuturnya.
Dalam konteks perdagangan internasional, neraca perdagangan industri agro menunjukkan hasil positif, tercermin dari nilai ekspor mencapai 67,08 miliar dolar AS dengan volume sebesar 67,07 juta ton sepanjang 2024.
"Produk agro Indonesia semakin dinamis, baik dalam hal kualitas maupun kuantitas, dengan sektor makanan dan minuman olahan menyumbangkan 41,4 miliar dolar AS Keseimbangan antara ekspor dan impor yang kondusif juga menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan sektor ini," pungkasnya.