Keamanan Pangan Nasional, BPOM Siapkan Program Strategis di Mataram

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus menggalakkan upaya peningkatan keamanan pangan di berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu langkah yang diambil adalah menetapkan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, sebagai lokasi intervensi program prioritas nasional (Pro PN) keamanan pangan pada tahun 2025. Pemilihan kota ini dilakukan guna memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan yang aman dan berkualitas.

Kepala Balai Besar POM (BBPOM) Mataram, Yosef Dwi Irwan, mengungkapkan bahwa program ini mencakup tiga aspek utama, yaitu keamanan pangan di desa atau kelurahan, pengawasan terhadap jajanan anak sekolah (PJAS), serta program pasar aman dari bahan berbahaya. Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas dan keluarga menjadi kunci utama keberhasilan program ini agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Program keamanan pangan ini bertujuan untuk menjamin makanan yang dikonsumsi masyarakat tetap aman, bersih, dan bermutu tinggi, sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat makanan yang terkontaminasi.

Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pangan yang sehat dan berkontribusi pada upaya penanganan stunting serta mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.

Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, BPOM Mataram melakukan koordinasi dengan berbagai instansi di Pemerintah Kota Mataram, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Perdagangan, dan beberapa dinas terkait lainnya.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan adanya sinergi dalam penerapan kebijakan keamanan pangan di seluruh sektor yang berkaitan.

Salah satu fokus utama program ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat serta pelaku usaha tentang pentingnya legalitas produk pangan. Pelaku usaha didorong untuk memiliki izin seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi BPOM agar produk yang beredar memiliki standar keamanan yang jelas.

Tak hanya itu, intervensi terhadap masyarakat dilakukan melalui edukasi serta pembentukan kader keamanan pangan di berbagai sektor, seperti desa, sekolah, dan pasar. Dengan adanya kader ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami pentingnya pangan yang sehat dan berkontribusi dalam mengawasi produk yang beredar di lingkungan mereka.

"Kami bersyukur seluruh jajaran Pemerintah Kota Mataram berkomitmen penuh untuk mendukung program strategis ini guna memastikan bahwa pangan yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman," ujar Yosef.

Pelaksanaan program ini dijadwalkan akan dimulai pada bulan April 2025, setelah bulan Ramadan, dan berlangsung selama satu tahun penuh. BPOM akan bekerja sama dengan berbagai organisasi perangkat daerah serta komunitas yang telah terbentuk dalam tiga program prioritas tersebut untuk memastikan implementasi berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal.