Video Mukbang Anak-Anak Semakin Ramai, Ahli Gizi Ungkap Bahayanya

JAKARTA - Video makan banyak atau mukbang beberapa tahun terakhir sudah menjadi tren di media sosial. Namun, kini video mukbang tidak hanya dilakukan orang dewasa, tetapi semakin ramai di kalangan anak-anak.

Dikutip dari Daily Mail, pada Selasa, 18 Maret 2025, anak-anak kecil mulai ikut membuat video mukbang yang didukung oleh orang tua mereka. Salah satu saluran populer yang melibatkan mukbang anak-anak adalah TheCrunchBros, yang dikelola seorang bernama Jeff dan putranya, Jordan.

Mereka memiliki lebih dari 3,8 juta subscriber di YouTube dan terkenal dengan video mukbang mereka yang menggemaskan. Tak hanya itu, ada juga YouTuber asal Thailand dengan nama BANKII memiliki 9 juta subscriber dan sering menampilkan putranya untuk video mukbang.

Di Korea Selatan, ada akun Twin Roozi dengan 10 juta subscriber, yang menampilkan dua gadis muda mukbang dengan skenario video kreatif.

Meskipun video mukbang anak-anak ini diminati banyak orang, tetapi hal tersebut membuat para ahli gizi khawatir. Ini karena dengan melakukan video mukbang bisa merusak pola makan sehat dan mempengaruhi kebiasaan makan anak-anak.

Tak hanya itu, pola makan yang buruk juga dapat berdampak pada kesehatan fisik dan emosional anak-anak. Hal ini bisa mempengaruhi pertumbuhan anak ke depannya.

“Makan bersama seharusnya menjadi waktu keluarga untuk menjalin ikatan dan berbagi, tetapi itu digunakan sebagai olahraga penonton, yang merupakan cerminan menyedihkan dari masyarakat modern,” kata ahli gizi, Aisling Pigott.

“Kita tahu nutrisi tahun-tahun awal (penting), mengatur anak-anak kecil untuk hidup baik berakitan risiko fisik maupun hubungan emosional dengan makanan,” tambahnya.

Seorang peneliti dari RMIT University di Melbourne, Glen Donnar, yang mempelajari tentang video mukbang, menyampaikan bahwa video mukbang anak-anak berdampak negatif dan positif. Video tersebut juga bisa dikritik sebagai eksploitasi anak, hingga pengajaran untuk konsumsi makanan tidak sehat.

“Beberapa penonton menganggap anak-anak lucu atau menikmati kehangatan suasana keluarga di video mukbang itu. Sementara yang lain menonton untuk mengkritik, misalnya dugaan eksploitasi anak, penggunaan citra anak demi keuntungan, atau pilihan makanan yang dianggap tidak sehat,” pungkas Glen Donnar.