Menlu Sugiono Dorong Penyelesaian Indonesia-Chili CEPA saat Menerima Duta Besar Mario Ignacio Artaza
JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI mendorong penyelesaian Indonesia - Chili Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Chili Mario Ignacio Artaza di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.
Menlu Sugiono dan Dubes Artaza sepakat untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam berbagai bidang, khususnya bidang ekonomi dan perdagangan, kata Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangannya, seperti dikutip 12 Maret.
Kementerian Luar Negeri RI menyebutkan, Indonesia dan Chili tahun ini merayakan 60 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Di bidang ekonomi, Menlu RI dan Dubes Chile membahas pentingnya penyelesaian perundingan Indonesia – Chile CEPA, khususnya dI bidang investasi.
Selain itu, keduanya juga membahas perlunya peningkatan sinergi antara pelaku bisnis kedua negara.
Tak hanya di bidang ekonomi, kedua pihak juga berkomitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang lain seperti kerja sama kota kembar (sister city), kerja sama pelatihan angkatan laut, hingga peningkatan interaksi antar masyarakat kedua negara.
Dalam kesempatan yang sama, Menlu Sugiono juga mendorong kerja sama RI – Chile dalam bidang hilirisasi mineral kritis. Hal ini sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo mengenai hilirisasi dalam rangka meningkatkan nilai tambah dalam negeri.
Baca juga:
- Kepala Intel SVR dan CIA Sepakat Jalin Kontak untuk Kurangi Konfrontasi Rusia - Amerika Serikat
- Militan BLA Bajak Kereta di Pakistan: 155 Penumpang Berhasil Diselamatkan, Operasi Pembebasan Masih Berlangsung
- 75 Tahun Hubungan Diplomatik RI-Prancis, Menlu Sugiono Dorong Perluasan Kerja Sama B2B
- Geram dengan Ancaman AS, Presiden Iran: Saya Tidak akan Berunding, Lakukan Apa yang Anda Inginkan
Sementara itu, Dubes Artaza pada gilirannya menyambut baik tawaran kerja sama tersebut, menegaskan kembali Indonesia merupakan mitra penting Chili di Asia.
Dubes Artaza dalam kesempatan ini juga menyampaikan dukungan kepada Indonesia dalam proses aksesi ke OECD dan CPTPP, mengharapkan kolaborasi yang lebih strategis antara kedua negara ke depannya.