Cara Menghitung Weton Jawa Untuk Pernikahan, Pahami Arti Hari Baik dan Buruk
YOGYAKARTA - Masyarakat Jawa memiliki perhitungan weton dalam menentukan hari baik dalam menjalani kegiatan atau aktivitas kehidupan. Banyak orang tua yang tidak asal pilih dalam menentukan tanggal pernikahan anaknya. Lantas bagaimana hitungan weton jawa untuk pernikahan?
Cara Menghitung Weton Jawa Untuk Pernikahan
Dalam tradisi Jawa, perhitungan weton jodoh diyakini dapat menentukan kecocokan pasangan yang akan menikah, serta memberikan gambaran mengenai baik atau buruknya hubungan tersebut. Metode perhitungan ini dilakukan dengan menjumlahkan weton masing-masing calon pengantin, di mana hasil akhirnya memiliki makna tersendiri.
Berikut adalah cara menghitung weton jodoh, sebagaimana dikutip oleh detikJateng dari Jurnal Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya dalam penelitian berjudul Analisis Bentuk dan Makna Perhitungan Weton Pada Tradisi Pernikahan Adat Jawa Masyarakat Desa Ngingit Tumpang yang ditulis oleh Andika Simamora dan rekan-rekannya.
Perhitungan weton jodoh ini menggunakan konsep neptu dhino dan neptu pasaran, yaitu:
Neptu Dhino (Hari)
- Ahad: 5
- Senin: 4
- Selasa: 3
- Rabu: 7
- Kamis: 8
- Jumat: 6
- Sabtu: 9
Neptu Pasaran
- Kliwon: 8
- Legi: 5
- Pahing: 9
- Pon: 7
- Wage: 4
Arti Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan
Berikut ini beberapa arti perhitungan weton Jawa dalam menentukan hari baik untuk pernikahan:
1. Pegat atau Cerai (Hasil hitungan: 1,9,17,25, dan 33)
Pasangan yang mendapatkan perhitungan pegat dipercaya akan menghadapi berbagai masalah yang berpotensi berujung pada perceraian. Konflik ini biasanya dipicu oleh faktor ekonomi atau perselingkuhan yang dapat memperbesar kemungkinan perpisahan.
Oleh karena itu, pegat dianggap sebagai hasil perhitungan yang kurang baik. Namun, bagi pasangan yang mendapatkan hasil ini, disarankan untuk lebih banyak berikhtiar, memperkuat komunikasi, serta memperbanyak doa agar hubungan tetap harmonis dan langgeng.
2. Ratu atau Diratukan (Hasil Hitungan: 2,10,18,26, dan 34)
Pasangan yang mendapatkan hasil perhitungan ratu dipercaya akan menjalani kehidupan rumah tangga yang harmonis, sejahtera, dan penuh kebahagiaan, layaknya seorang ratu yang dimuliakan. Pasangan ini diyakini telah ditakdirkan untuk berjodoh, sehingga dihormati dan disegani oleh lingkungan sekitarnya.
Kehidupan rumah tangga pasangan dengan weton ratu seringkali menjadi contoh karena kedamaian serta keharmonisan yang terjalin. Dalam perhitungan weton, ratu termasuk kategori yang istimewa dan dianggap sebagai salah satu hasil terbaik dibandingkan dengan hitungan jodoh lainnya.
3. Jodho atau Jodoh (Hasil Hitungan: 3, 11, 19, 27, dan 35)
Weton jodoh menunjukkan bahwa pasangan ini diyakini mampu membangun rumah tangga yang harmonis dan langgeng hingga akhir hayat. Mereka dapat saling menerima kelebihan serta kekurangan satu sama lain, serta menciptakan hubungan yang kuat dan penuh pengertian.
Bagi masyarakat Jawa, perhitungan weton jodoh dipercaya dapat memberikan gambaran tentang kecocokan pasangan sebelum melangsungkan pernikahan. Hitungan ini dianggap sebagai ramalan yang memperkirakan keserasian dua insan yang akan menjalani kehidupan bersama.
4. Topo atau Masalah (Hasil Hitungan: 4, 12, 20, 28, dan 36)
Dalam hitungan topo, pasangan yang baru membangun rumah tangga akan menghadapi berbagai tantangan di awal pernikahan. Namun seiring berjalannya waktu, jika mereka mampu bertahan dan menghadapi segala ujian bersama maka kehidupan rumah tangganya akan menjadi harmonis.
Pasangan yang mendapatkan hasil tibo topo akan mengalami banyak cobaan serta godaan. Jika tidak mampu mengatasinya, pernikahan mereka bisa berakhir dengan perpisahan. Sebaliknya, jika pasangan tersebut dapat melewati berbagai rintangan, hubungan mereka akan semakin kuat.
5. Tinari atau Bahagia (Hasil Hitungan: 5, 13, 21, dan 29)
Pasangan dengan hasil hitungan tinari diyakini akan menjalani kehidupan yang bahagia dengan kondisi keuangan yang stabil. Keberlimpahan rezeki dan kemudahan dalam mencari nafkah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka, sehingga kebahagiaan dalam rumah tangga pun lebih mudah tercapai.
Mereka yang memiliki weton ini dipercaya selalu dikelilingi oleh keberuntungan. Hidup mereka cenderung berjalan lancar tanpa menghadapi banyak kesulitan, serta rumah tangga yang dibangun pun harmonis. Dalam pandangan masyarakat Jawa, weton tinari dianggap lebih baik dibandingkan dengan weton jodoh.
6. Padu atau Pertengkaran (Hasil Hitungan: 6, 14, 22, dan 30)
Pasangan dengan hasil perhitungan padu diyakini akan sering mengalami pertengkaran atau perselisihan dalam rumah tangga. Bahkan ada kemungkinan hubungan mereka berakhir dengan perpisahan. Namun hal ini sangat bergantung pada bagaimana pasangan tersebut menyikapi masalah.
Masyarakat Jawa percaya bahwa pasangan dengan weton padu cenderung tidak harmonis karena sering berselisih paham. Oleh karena itu, pasangan yang mendapatkan hasil perhitungan ini dianggap kurang cocok.
7. Sujanan atau Perselingkuhan (Hasil Hitungan: 7, 15, 23, dan 31)
Weton sujanan memiliki makna yang hampir serupa dengan padu. Dalam kehidupan pernikahan, pasangan dengan hasil perhitungan ini berisiko menghadapi berbagai masalah, terutama yang berkaitan dengan perselingkuhan dan pertengkaran.
Karena maknanya yang kurang baik, weton sujanan seringkali dihindari oleh pasangan yang melakukan perhitungan jodoh. Bahkan banyak masyarakat Jawa yang memilih untuk membatalkan rencana pernikahan jika hasil perhitungannya menunjukkan sujanan.
8. Pesthi atau Harmonis (Hasil Hitungan: 8, 16, 24, dan 32)
Weton pesthi menggambarkan rumah tangga yang harmonis, penuh ketenangan, dan dipenuhi dengan nilai Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah. Pasangan dengan hasil perhitungan ini diyakini akan menjalani kehidupan yang damai, rukun, dan langgeng hingga usia senja.
Contoh Menghitung Weton Jawa Untuk Pernikahan
Ada sepasang kekasih bernama Roban dan Sari. Roban lahir pada hari Senin Wage, sedangkan Sari lahir pada hari Sabtu Pahing. Nilai hari kelahiran mereka adalah Senin 4, Wage 4, Sabtu 9, dan Pahing 9.
Jika dijumlahkan, hasilnya menjadi 4 + 4 + 9 + 9 = 26. Neptu tersebut kemudian dibagi dua, yaitu 26:2, sehingga menghasilkan angka 13.
Angka 13 dalam perhitungan weton jatuh pada tinari. Berarti jika Roban dan Sari bersatu dalam pernikahan, mereka akan menjalani kehidupan rumah tangga yang penuh kebahagiaan. Selain itu, kondisi finansial mereka juga akan stabil dan berkecukupan.
Baca juga:
Demikianlah ulasan mengenai hitungan weton jawa untuk pernikahan dalam menentukan hari baik dan buruk. Meski ilmu weton ini merupakan tradisi lama, namun sampai saat ini masih banyak masyarakat di Jawa yang mempercayainya. Baca juga panduan menghitung weton online.
Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI. Kami menghadirkan info terbaru dan terupdate nasional maupun internasional.